Para pemain PSV Eindhoven (ilustrasi).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PSV Eindhoven berada di ambang sejarah. Klub asal Eindhoven itu berpeluang memastikan gelar Eredivisie musim ini pada akhir pekan, sekaligus mencatatkan diri sebagai juara tercepat sepanjang sejarah kompetisi tersebut.
Dengan delapan pertandingan tersisa, PSV memimpin klasemen dengan keunggulan mencolok, yakni 19 poin atas rival terdekatnya, Feyenoord. Dominasi itu membuat peluang mereka mengunci gelar lebih cepat terbuka lebar.
Skenarionya cukup jelas. Jika PSV mampu menang saat bertandang ke markas NEC Nijmegen pada Ahad (15/3/2026) dini hari WIB, sementara Feyenoord tumbang dari Excelsior dalam derbi Rotterdam di De Kuip, maka gelar akan resmi menjadi milik PSV.
Apabila skenario itu terwujud, PSV akan meraih gelar liga untuk musim ketiga berturut-turut sekaligus yang ke-27 dalam sejarah klub. Lebih dari itu, kepastian tersebut juga akan memecahkan rekor lama mereka sendiri sebagai juara tercepat Eredivisie.
Rekor sebelumnya tercipta pada musim 1977/1978 ketika PSV memastikan gelar pada 8 April. Pada musim yang sama, klub tersebut menutup kompetisi dengan keunggulan empat poin atas Ajax Amsterdam dan melengkapinya dengan trofi Piala UEFA.
Di bawah arahan pelatih Peter Bosz, PSV tampil sangat konsisten sepanjang musim ini. Namun, jika gelar belum bisa dipastikan akhir pekan ini, peluang berikutnya tetap terbuka lebar.
PSV masih dapat mengunci trofi pada pekan depan apabila mereka menundukkan NEC serta SC Telstar pada laga tandang 22 Maret, tanpa bergantung pada hasil pertandingan Feyenoord.
Bahkan jika perayaan juara masih harus tertunda, PSV masih memiliki kesempatan lain setelah jeda internasional. Mereka berpotensi memastikan gelar pada 4 April saat menjamu FC Utrecht di kandang sendiri.
sumber : Reuters
.png)
6 hours ago
1














































