Profesionalisme Pemimpin Jadi Fondasi Awal Danantara

1 week ago 23

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) telah mengumumkan susunan Dewan Penasihat serta Direktur Pelaksana (Managing Directors).

 IDXChannel)

Profesionalisme Pemimpin Jadi Fondasi Awal Danantara. (Foto: IDXChannel)

IDXChannel - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) telah mengumumkan susunan Dewan Penasihat serta Direktur Pelaksana (Managing Directors) yang akan bertugas.

Dalam jajaran Dewan Penasihat, terdapat sejumlah tokoh ternama di tingkat internasional. Di antaranya, Ray Dalio, pendiri Bridgewater Associates, salah satu hedge fund terbesar di dunia; serta Jeffrey Sachs, ekonom asal Amerika Serikat yang juga Guru Besar di Universitas Columbia.

Nama lainnya adalah F. Chapman Taylor, retired partned di Capital Group, perusahaan manajer investasi dengan dana kelolaan mencapai USD2,7 triliun atau sekitar Rp4.428 kuadriliun (kurs Rp16.400 per USD). Terakhir, Helman Sitohang, Senior Adviser di Blackstone Inc dan mantan CEO Credit Suisse untuk Asia Pasifik.

Dalam jajaran Managing Directors, terdapat beberapa nama, di antaranya Arief Budiman, yang sebelumnya menjabat sebagai Deputy CEO Indonesia Investment Authority (INA), serta Lieng Seng Wee, CEO & Founder Dragonfly LLC.

Nama lainnya adalah Ali Setiawan, Managing Director sekaligus Head of Global Markets & Securities Services di HSBC Indonesia, serta Reza Yamora Siregar, yang sebelumnya menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

Analis Kiwoom Sekuritas Abdul Aziz menilai sejumlah nama di Dewan Penasihat dan Direktur Pelaksana memiliki rekam jejak yang baik dalam bidang investasi dan profesional. Semuanya, termasuk yang warga negara asing juga dinilai memiliki hubungan kedekatan dengan banyak menteri, konglomerat, dan para eksekutif perusahaan besar.

"Dengan hubungan baik Ray Dalio, Jeffrey Sach, Chapman Taylor dengan Indonesia selama ini, maka kehadiran ketiganya  akan memperkuat citra positif di Danantara ke depan," ujarnya.

Selain itu, kata Azis, pengalaman profesional yang panjang dari para Dewan Penasihat juga akan memberikan Danantara sebuah transformasi ilmu dan pengetahuan untuk menghadirkan sebuah Sovereign Wealth Fund (SWF) yang transparan, berintegritas, menguntungkan serta mendukung kemajuan Indonesia.

"Publik akan berharap banyak terhadap nama Chapman Taylor, Ray Dalio dan Jeffrey Sachs. Tentu sebuah kesempatan yang langka bagi Danantara bisa menghadirkan ketiga nama ini menjadi Dewan Penasihat," ujarnya.

Selanjutnya, di deretan nama Managing Director juga dikenal memiliki rekam jejak baik. Meskipun sebagian nama tidak dikenal dekat oleh publik, namun hal tersebut biasa terjadi karena seorang profesional di bidang keuangan lebih banyak low profie.

“Namun para pengusaha hingga eksekutif di Indonesia tentu mengenal nama-nama Managing Directors ini dengan baik. Dan sepanjang ini mereka dikenal memiliki rekam jejak yang baik, dan memiliki prestasi profesional,” ujarnya.

Dalam memperkenalkan jajaran eksekutifnya pada hari ini, Kepala BP Danantara Indonesia Rosan Perkasa Roeslani bercerita tentang lobi-lobi panjang dalam meyakinkan para profesional itu agar mau bergabung ke Danantara.

“Dengan melewati serangkaian diskusi offline dan online, mereka ini akhirnya mau mempertaruhkan risiko pribadi untuk membantu Danantara. Kalau mereka tidak percaya dengan visi misi dan masa depan Danantara, mereka tentu berfikir ulang untuk ikut bergabung,” kata Rosan.

Serangkaian diskusi panjang itu terlaksana setelah mereka terpilih oleh lembaga head hunter global. Salah satu rayuan maut yang dilontarkan ke para profesional ini adalah menagih komitmen mereka untuk mengabdi dan memajukan Indonesia.

“Kalau investor sekelas Chapman Taylor, Roy Dalio dan Jeffrey Sachs saja mau bergabung, masak talenta talenta terbaik kita sendiri tidak mau join,” ujarnya. (Aldo Fernando)

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |