REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG SELATAN - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Terbuka (UT) memetakan kebutuhan masyarakat sekaligus merumuskan arah program pemberdayaan yang lebih tepat sasaran di wilayah Kelurahan Pondok Cabe Ilir, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan. Ketua LPPM UT, Dewi A. Padmo P mengatakan LPPM UT berkomitmen memperkuat program pengabdian kepada masyarakat yang berbasis kebutuhan nyata warga.
“Kami ingin program PkM UT disusun berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat, sehingga hasilnya lebih tepat sasaran dan berdampak langsung bagi warga Pondok Cabe Ilir,” ujar Dewi, dalam acara Focus Group Discussion (FGD) Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Gubuk Makan Mang Engking, Senin (25/5/2026).
FGD tersebut mengangkat tema 'Optimalisasi dan Diseminasi Program Pemberdayaan Masyarakat melalui Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Terbuka di Wilayah Kelurahan Pondok Cabe Ilir'. Kegiatan ini dilaksanakan melalui Program PkM Dana EQUITY, yaitu pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk mendukung universitas mencapai pengakuan global. Program PkM ini diketuai oleh Lidwina Sri Ardiasih, dengan anggota tim Dewi A. Padmo P, Dola Suciana, Murni Maulina, Erna Risnawati dan Rhomadhon.
Forum ini menjadi ruang kolaborasi antara UT, dengan perangkat Kelurahan Pondok Cabe Ilir, pelaku UMKM, kader posyandu, penyuluh TPS3R, tokoh masyarakat, serta unsur pencegahan penyalahgunaan narkoba berbasis masyarakat. Peserta FGD terdiri atas unsur masyarakat Pondok Cabe Ilir, perangkat kelurahan, UMKM, tokoh masyarakat, serta para dosen Universitas Terbuka dari LPPM dan fakultas terkait.
Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Pamulang Ibnoe Tanzil Mubarok mengatakan FGD ini menjadi ruang kolaborasi penting antara UT dan masyarakat. Kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya berhenti sebagai forum diskusi, tetapi dapat berlanjut menjadi program nyata yang menyentuh kebutuhan warga dan memberikan solusi bagi kemajuan masyarakat Pondok Cabe Ilir.
Perlunya Klasterisasi UMKM
Dalam forum tersebut, Lurah Pondok Cabe Ilir Prihadiyanto mengatakan wilayah Pondok Cabe Ilir memiliki potensi besar, terutama pada sektor ekonomi masyarakat. Pondok Cabe Ilir tercatat memiliki sekitar 4.170 UMKM yang ke depan perlu diklasterisasi agar pembinaan dapat dilakukan secara lebih efektif.
Selain potensi UMKM, sejumlah persoalan sosial juga menjadi perhatian. Di antaranya keterbatasan lapangan pekerjaan, masih adanya anak yang tidak bersekolah, kebutuhan pelatihan keterampilan masyarakat, serta perlunya system pengolahan sampah yang tepat.
Pada bidang UMKM, Cefi Heriansyah selaku Owner Chef Banana menyoroti pentingnya penguatan sektor kuliner, craft, dan fashion. Sejumlah tantangan masih dihadapi pelaku usaha, antara lain belum kuatnya diferensiasi produk, keterbatasan legalitas usaha, minimnya branding digital, kurangnya alat produksi, serta belum tersedianya sentra atau ruang promosi khusus bagi produk UMKM Pondok Cabe Ilir.
Dalam diskusi tersebut, sejumlah usulan program muncul, antara lain klasterisasi UMKM, pendampingan legalitas usaha, rebranding kemasan, pelatihan digital marketing, bisnis coaching, bantuan alat produksi, pengembangan website produk unggulan, hingga penyediaan ruang showcase atau pojok UMKM.
“Pondok Cabe Ilir memiliki banyak pelaku usaha. Yang dibutuhkan saat ini adalah penguatan kapasitas, pendampingan, serta ruang promosi agar produk lokal bisa naik kelas,” ujar Cefi.
.png)
2 hours ago
1
















































