Perusahaan Mulai Andalkan Layanan Kesehatan Digital untuk Tekan Biaya dan Jaga Produktivitas

3 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perusahaan di Indonesia mulai mengandalkan layanan kesehatan berbasis digital. Langkah ini diambil sebagai strategi untuk menekan biaya sekaligus menjaga produktivitas karyawan di tengah meningkatnya tekanan inflasi medis.

Laporan Indonesia Health Insights Q2 2026 yang dirilis Halodoc mencatat inflasi medis di Indonesia diproyeksikan mencapai 15,1 persen pada 2026, termasuk yang tertinggi di kawasan Asia Pasifik dan melampaui rata-rata global.

Di sisi lain, lebih dari 69 persen populasi Indonesia berada pada usia produktif. Kondisi ini mendorong perusahaan untuk menempatkan kesehatan karyawan sebagai bagian dari strategi bisnis, bukan sekadar tunjangan tambahan.

Ketergantungan pada layanan kesehatan konvensional dinilai masih menyisakan inefisiensi. Waktu kerja karyawan kerap terbuang akibat antrean di fasilitas kesehatan, sementara biaya klaim rawat jalan terus meningkat.

Chief Human Capital Halodoc, Thomas Suhardja, mengatakan produktivitas karyawan tidak hanya ditentukan oleh hasil kerja, tetapi juga oleh kondisi kesehatan yang terjaga.

“Produktivitas bukan hanya soal output, tetapi seberapa optimal seseorang dapat berkontribusi ketika kondisi fisik dan mentalnya benar-benar terjaga,” ujarnya.

Dalam laporan tersebut, pendekatan digital-first melalui layanan telekonsultasi dinilai mampu menjawab tantangan tersebut. Sebagian besar keluhan medis umum dapat ditangani tanpa kunjungan langsung ke fasilitas kesehatan.

Integrasi telekonsultasi sebagai lini pertama layanan kesehatan disebut mampu menyelesaikan hingga 95 persen kasus kronis dan 94 persen kasus akut tanpa kunjungan fisik dalam periode observasi 30 hingga 90 hari.

Selain meningkatkan akses, digitalisasi layanan kesehatan juga berperan dalam efisiensi biaya. Perusahaan dapat mengurangi kunjungan yang tidak diperlukan serta mengelola klaim secara lebih terukur.

Halodoc juga mengembangkan ekosistem layanan terintegrasi melalui platform Halodoc for Business, yang mencakup konsultasi dokter online 24 jam, pengiriman obat secara cashless, hingga sistem pengelolaan klaim berbasis teknologi.

Head of Business Strategy Halodoc, Puspa Angelia, menilai telekonsultasi tidak menggantikan layanan tatap muka, melainkan menjadi filter awal agar layanan kesehatan lebih tepat sasaran.

“Pendekatan digital memungkinkan perusahaan menyelesaikan sebagian besar kebutuhan kesehatan karyawan secara lebih efisien, sekaligus memastikan layanan tatap muka dilakukan untuk kasus yang memang membutuhkan penanganan lanjutan,” ujarnya.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |