Pertamina Geothermal (PGEO) Raup Laba Rp2,65 Triliun di 2024

1 week ago 13

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) membukukan laba bersih sebesar USD160,30 juta atau sekitar Rp2,65 triliun (kurs Rp16.567) di 2024.

MNC Media)

Pertamina Geothermal (PGEO) Raup Laba Rp2,65 Triliun di 2024 (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) membukukan laba bersih sebesar USD160,30 juta atau sekitar Rp2,65 triliun (kurs Rp16.567) di 2024. Mengalami sedikit penurunan dari USD163,57 juta di tahun sebelumnya.

Sementara itu, perseroan membukukan pendapatan sebesar USD407,12 juta. Angka itu naik dari tahun 2023 lalu yang sebesar USD406,29 juta, seiring dengan meningkatnya permintaan energi bersih di Indonesia.

"Kami terus memperkuat posisi sebagai pemimpin industri panas bumi di Indonesia dengan strategi operasional yang berkelanjutan,” kata Direktur Utama PGEO Julfi Hadi dalam siaran pers pada Rabu (26/3).

Julfi menjelaskan, pada 2024 lalu, perseroan berhasil mencatat produksi listrik dan pendapatan tertinggi sepanjang sejarah, yang didukung oleh peningkatan kinerja operasional di beberapa wilayah kerja panas bumi. 

Kinerja yang solid ini mencerminkan komitmen perseroan dalam mengoptimalkan sumber daya dan meningkatkan kontribusi terhadap transisi energi nasional. 

Direktur Keuangan PGEO Yurizki Rio menyampaikan bahwa perseroan tetap fokus pada pengelolaan keuangan yang prudent dan optimal untuk memastikan keberlanjutan investasi dalam pengembangan proyek panas bumi baru dan peningkatan kapasitas produksi. 

“Memang beban operasi meningkat, tetapi ini merupakan bagian dari investasi strategis untuk memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang dan mendukung ekspansi kapasitas lebih besar ke depan,” kata Yurizki.

Dari sisi pengeluaran, beban pokok pendapatan meningkat menjadi USD164,89 juta dari USD158,35 juta di tahun sebelumnya, seiring dengan ekspansi kapasitas. Namun, arus kas operasional yang meningkat dari USD255,19 juta di 2023 menjadi USD258,29 juta di 2024. 

“Sementara itu, peningkatan aset dan pengelolaan liabilitas yang lebih baik juga menjadi indikator positif kinerja perusahaan,” ujar Yurizki.

Lebih lanjut, pada 2024, PGEO mencatat peningkatan produksi di berbagai wilayah, termasuk Kamojang yang naik 5,36 persen, Lahendong naik 0,40 persen, dan Lumut Balai naik 2,72 persen. Secara keseluruhan, produksi listrik mencapai 4.827,22 GWh, meningkat 1,96 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Per Desember 2024, total aset PGEO meningkat dari USD2,96 miliar pada 2023 menjadi USD2,99 miliar, hal ini menandakan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Di sisi lain, liabilitas berhasil ditekan dari USD992,89 juta menjadi USD988,65 juta yang menunjukkan upaya efisiensi dalam pengelolaan utang. 

(kunthi fahmar sandy)

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |