Peringati HUT ke-7 GEKRAFS, Masjid Nusantara Bangun Masjid Sementara di Huntara Padang

2 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-7 dengan hadir langsung di kawasan hunian sementara (huntara) Limau Manis, Kota Padang, Sumatera Barat, Kamis, (22/1/2026).

GEKRAFS berbagi bersama warga penyintas banjir melalui doa bersama serta rangkaian kegiatan sosial, salah satunya peletakan batu pertama masjid sementara.

Ketua Umum GEKRAFS, Kawendra Lukistian menegaskan, ulang tahun organisasi bukan sekadar perayaan, melainkan momentum untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

“GEKRAFS tidak ingin memperingati ulang tahun hanya dengan seremoni. Kami ingin hadir bersama masyarakat, merasakan yang mereka rasakan, dan mengambil bagian untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang baru pulih dari bencana,” ujar Kawendra dalam keterangan Kamis (29/1/2026).

Wakil Gubernur Sumatra Barat yang juga Wakil Ketua Umum GEKRAFS, Vasco Ruseimy, mengapresiasi langkah GEKRAFS yang turun langsung dan menyatu dengan warga huntara.

“Kehadiran seperti ini sangat berarti, karena bukan hanya membawa bantuan, juga semangat dan harapan bagi masyarakat,” tuturnya.

Masjid Nusantara Lengkapi Kebutuhan Ibadah Penyintas

Salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah peletakan batu pertama pembangunan masjid sementara yang dihadirkan melalui kolaborasi dengan Masjid Nusantara.

Masjid yang dibangun secara mandiri lewat kolaborasi pihak swasta dan personal ini akan melengkapi fasilitas sosial dasar bagi sekitar 100 keluarga penyintas yang saat ini menempati huntara.

CEO Masjid Nusantara, Pras Purworo, saat ditemui langsung di lokasi huntara menyatakan, kehadiran masjid sementara ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan ibadah masyarakat sekaligus menjadi ruang pemulihan spiritual bagi para penyintas pascabencana.

‘’Selain kehilangan harta benda dan tempat tinggal, bencana juga berdampak pada kondisi psikologis dan keimanan masyarakat,” katanya. Pras juga menyampaikan peradaban Islam yang kuat selalu berawal dari masjid.

Karena itu, Pras berharap dari masjid sementara di kawasan huntara ini tumbuh kembali semangat kebangkitan masyarakat, khususnya di Sumatra Barat, dan secara lebih luas bagi para penyintas bencana di wilayah Sumatera.

‘’Pembangunan masjid sementara saat ini masih dalam tahap asesmen lanjutan, termasuk koordinasi perizinan dengan pihak terkait, pemetaan ketersediaan material di sekitar lokasi, serta rencana pelibatan masyarakat setempat yang memiliki keahlian pertukangan agar proses pembangunan berjalan lebih cepat sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi warga,” pungkasnya.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |