Peringatan dari Iran: Timur Tengah tak akan Damai Jika Pangkalan AS Masih Ada!

3 hours ago 2

Kepulan asap terlihat setelah rudal Iran menghantam pangkalan AS di ibu kota Bahrain, Manama, Sabtu (28/2/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN - Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa Timur Tengah tidak akan pernah damai selama masih menjadi tuan rumah pangkalan militer Amerika Serikat (AS). Iran diketahui telah menyerang wilayah Israel dan target militer AS di Timur Tengah sebagai tanggapan atas operasi militer gabungan yang diluncurkan oleh AS dan Israel pada 28 Februari.

"Kebijakan pertahanan Republik Islam Iran konsisten, berdasarkan pedoman Imam kita yang telah gugur sebagai syahid. Selama keberadaan pangkalan AS di kawasan ini berlanjut, negara-negara tersebut tidak akan menikmati perdamaian," katanya di X pada Sabtu (7/3/2026).

Hari pertama aksi militer tersebut menyebabkan tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan sebuah sekolah perempuan di Iran selatan dibom. Iran memperkirakan jumlah korban tewas mencapai lebih dari 1.200 orang.

Sementara itu, China dilaporkan mulai beralih mendukung Iran dengan memberikan bantuan finansial, suku cadang pengganti, dan komponen terkait rudal. Mengutip tiga sumber yang mengetahui masalah itu, laporan tersebut menyebutkan Beijing sejauh ini menghindari keterlibatan langsung dalam konflik antara Iran dan AS-Israel, tetapi para pejabat AS memantau tanda-tanda bahwa posisi China mungkin berubah.

China adalah pembeli utama minyak mentah Iran dan secara terpisah telah mendesak Teheran untuk memastikan navigasi yang aman melalui Selat Hormuz bagi kapal komersial, sebut laporan itu. Seorang sumber intelijen mengatakan kepada CNN bahwa China sangat berhati-hati memberikan dukungan karena konflik tersebut bisa mengancam ketahanan energinya.

CNN juga melaporkan bahwa Rusia diduga telah berbagi citra satelit dan intelijen penargetan lainnya dengan Iran, termasuk data mengenai posisi dan pergerakan pasukan AS. Badan Intelijen Pusat (CIA) menolak mengomentari laporan tersebut.

sumber : Antara

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |