Perbanas Proyeksi Kredit 2025 Tumbuh 10,6 Persen, Ini Pendorongnya

1 week ago 13

Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) memproyeksikan pertumbuhan kredit perbankan sepanjang 2025 akan berada di level 10,6 persen ± 1,0 persen (yoy).

MNC Media)

Perbanas Proyeksi Kredit 2025 Tumbuh 10,6 Persen, Ini Pendorongnya (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) memproyeksikan pertumbuhan kredit perbankan sepanjang 2025 akan berada di level 10,6 persen ± 1,0 persen (yoy). 

Proyeksi ini didasarkan pada data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menunjukkan rata-rata pertumbuhan kredit sepanjang 2024 sebesar 10,4 persen (yoy), dan pertumbuhan kredit pada Januari 2025 sebesar 10,3 persen (yoy).

Ketua Bidang Pengembangan Kajian Ekonomi Perbankan (PKEP) Perbanas, Aviliani menjelaskan bahwa proyeksi tersebut sejalan dengan ekspektasi dan prediksi Perbanas.

"Pada tahun ini kami memproyeksikan pertumbuhan kredit sepanjang 2025 berada di level 10,6 persen ± 1,0 persen (yoy). Sumber optimisme berangkat dari ambisi target pertumbuhan 8 persen yang diharapkan dapat mendorong laju ekonomi lebih cepat. Di sisi lain, pesimisme berasal dari daya beli masyarakat yang masih lemah," ujar Aviliani dalam keterangannya, Selasa (25/3/2025).

Aviliani juga menyoroti bahwa pertumbuhan kredit dipengaruhi oleh faktor struktural seperti daya beli masyarakat dan ketidakpastian.

"Selain dipengaruhi oleh faktor struktural seperti daya beli, kredit perbankan juga dipengaruhi oleh ketidakpastian. Hal ini dapat terlihat dari pertumbuhan kredit tahun 2023 (yoy) lebih rendah dibanding 2024. Hal ini dikarenakan para pelaku ekonomi 'wait and see' karena menunggu hasil Pilpres 2024," kata dia.

Namun, Aviliani berharap momentum Ramadan dapat mendongkrak pertumbuhan kredit, seperti yang terjadi pada tahun sebelumnya.

"Perbanas berharap momentum Ramadan selama bulan ini dapat mendongkrak pertumbuhan kredit (yoy) sebagaimana terjadi pada tahun sebelumnya di mana pertumbuhan kredit tertinggi terjadi pada periode Maret-April sebesar 12-13 persen," kata Aviliani.

Mengenai pertumbuhan kredit konsumsi, Aviliani menjelaskan bahwa siklus kredit masyarakat biasanya dipengaruhi oleh tiga periode, yaitu Ramadan dan Idulfitri, awal masuk sekolah, serta Natal dan tahun baru.

"Selama periode Ramadan, pertumbuhan kredit konsumsi (mtm) biasanya meningkat cukup signifikan, bahkan tahun 2024 di periode ini tercatat sebagai angka tertinggi dibandingkan bulan-bulan lainnya sebesar 1,47 persen (mtm)," ungkap Aviliani.

Aviliani juga memproyeksikan pertumbuhan kredit sepanjang 2025 akan berada di level 10,6 persen ± 1,0 persen (yoy), sejalan dengan proyeksi Bank Indonesia (BI).

"Proyeksi ini sejalan dengan proyeksi pertumbuhan kredit BI yaitu sebesar 11-13 persen (yoy)," katanya.

Namun, Aviliani mengingatkan bahwa pertumbuhan kredit juga dipengaruhi oleh daya beli masyarakat dan likuiditas perbankan.

"Sumber optimisme berangkat dari ambisi target pertumbuhan 8 persen yang diharapkan dapat mendorong laju ekonomi lebih cepat. Di sisi lain, pesimisme berasal dari daya beli masyarakat yang masih lemah (sisi demand) dan semakin ketatnya likuiditas (sisi supply) tercermin pada pertumbuhan kredit yang tinggi, namun di sisi lain pertumbuhan DPK terus melambat," tuturnya.

(kunthi fahmar sandy)

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |