Pengacara Trump: Raja Charles Mungkin Sudah Memeluk Agama Islam

2 days ago 9

(Kiri-Kanan) Putri Charlotte, Catherine Putri Wales, dan Raja Charles III menyaksikan flypast di balkon Istana Buckingham setelah parade tahunan Trooping the Color di London, Inggris, 15 Juni 2024. Parade ulang tahun Raja, yang secara tradisional dikenal sebagai Trooping the Color , adalah parade militer seremonial untuk merayakan ulang tahun resmi kedaulatan Inggris. Catherine Princess of Wales dari Inggris membuat penampilan publik pertamanya sejak dia mengungkapkan bahwa dia didiagnosis menderita kanker pada Maret 2024.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON — Mantan Wali Kota New York dan pengacara pribadi Donald Trump, Rudy Giuliani, melontarkan pernyataan kontroversial yang menyerang Raja Charles III dan komunitas Muslim di Britania Raya. Dalam sebuah wawancara podcast Uncensored yang dipandu Piers Morgan pada Senin (30/3/2026), Giuliani menyebut Raja Inggris secara rahasia 'mungkin' telah memeluk agama Islam. 

Giuliani mengklaim telah menerima laporan bahwa Inggris akan menjadi negara Muslim dalam 10 tahun ke depan. Ia bahkan menyerang pribadi Raja Charles III dengan menyebutnya sebagai "monarki Muslim Inggris".

Pernyataan ini merujuk pada teori konspirasi yang mengeksploitasi kekaguman Raja Charles III terhadap Islam. Sebagaimana diketahui, Raja Charles III adalah kepala Gereja Inggris (Church of England) yang taat, namun ia juga dikenal sebagai pengagum seni dan filsafat Islam, bahkan mempelajari bahasa Arab untuk memahami Alquran secara langsung.

Berbeda dengan klaim "pengambilalihan" oleh Giuliani, Raja Charles III justru sering menyebut komunitas Muslim sebagai "aset berharga bagi Britania" yang memperkaya kekayaan budaya bangsa.

Retorika tajam Giuliani ini muncul di tengah upayanya membela agresi militer Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran. Menurut Giuliani, pengaruh Islam di Inggris merupakan ancaman yang didorong oleh Teheran. "Singkirkan Republik Islam Iran, maka seluruh gerakan ini (Islamisasi) akan berbalik arah," klaim Giuliani tanpa dasar.

Serangan terhadap Syariat

Dalam wawancara tersebut, Giuliani juga melancarkan serangan verbal terhadap hukum Islam. "Hukum Syariah adalah kultus kematian. Dan Alquran adalah kultus kematian," cetusnya. Ia juga menuduh bahwa hukum Syariah telah mendominasi berbagai wilayah di Inggris, meskipun faktanya dewan Syariah di Inggris hanya bersifat badan penasihat tidak resmi tanpa kekuatan hukum tetap.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |