REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekolah Rakyat hadir sebagai secercah harapan bagi anak-anak marjinal untuk merajut masa depan yang lebih cerah melalui akses pendidikan berkualitas yang setara.
Sebagai salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto, inisiatif ini mencerminkan komitmen mendalam negara dalam menghapus sekat ekonomi di dunia pendidikan, memastikan bahwa keterbatasan finansial tidak lagi menjadi penghalang bagi anak-anak bangsa untuk mengenyam ilmu pengetahuan di fasilitas yang layak dan bermartabat.
Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, bergerak cepat menangkap visi tersebut dengan mulai menerima peserta didik Sekolah Rakyat rintisan pada tahun ajaran 2026/2027 ini.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Kabupaten Penajam Paser Utara, Muhtar, menjelaskan bahwa keberadaan sekolah rintisan ini menjadi langkah awal yang strategis. "Daerah yang sudah memiliki sekolah rintisan memiliki peluang besar untuk masuk dalam prioritas percepatan pembangunan fisik Sekolah Rakyat permanen oleh pemerintah pusat," ungkapnya di Penajam, Ahad (18/1/2026).
Untuk mendukung operasional perdana ini, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara telah menyiapkan bekas gedung Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang sebelumnya digunakan sebagai Penajam Suite Hotel di kawasan Islamic Center, Kelurahan Nipah-Nipah.
Gedung tersebut dinilai sangat siap karena memiliki fasilitas kamar yang memadai untuk difungsikan sebagai asrama. Dengan daya tampung berkisar antara 120 hingga 170 orang, para peserta didik nantinya akan tinggal menetap di asrama agar proses belajar mengajar dapat berlangsung secara lebih terjangkau, intensif, dan terkontrol.
Pemerintah berharap keberadaan Sekolah Rakyat ini dapat menjadi motor penggerak mobilitas vertikal bagi keluarga kurang mampu di Penajam Paser Utara. Dengan sistem asrama, pemerintah ingin memastikan anak-anak yang sebelumnya putus sekolah atau tidak tersentuh layanan pendidikan dapat kembali belajar dalam lingkungan yang kondusif. Hal ini diharapkan mampu memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui pembekalan karakter dan kompetensi yang kuat.
Selain itu, program ini diharapkan dapat menciptakan standarisasi kualitas pendidikan yang merata hingga ke daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Pemerintah ingin memastikan bahwa pembangunan fisik di Kaltim sejalan dengan pembangunan kualitas sumber daya manusianya. Sekolah Rakyat diproyeksikan melahirkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki ketangguhan mental dan rasa cinta tanah air yang tinggi untuk berkontribusi bagi kemajuan daerah.
Terakhir, pemerintah menargetkan keberlanjutan program ini melalui pembangunan infrastruktur permanen yang lebih luas dan modern. Sebagai bukti keseriusan, lahan seluas 6,7 hektare di Kelurahan Lawe-Lawe, Kecamatan Penajam, telah disiapkan untuk pembangunan kompleks Sekolah Rakyat permanen.
Melalui sosialisasi masif di empat kecamatan, pemerintah optimis kolaborasi antara pusat dan daerah ini akan menjadikan Sekolah Rakyat sebagai mercusuar pendidikan inklusif yang menjadi contoh bagi wilayah lain di Indonesia.
sumber : Antara
.png)
1 day ago
7



































