Warga melintas di depan Rumah Sakit Gandhi yang rusak akibat serangan udara Israel di Teheran, Iran, Senin (2/3/2026). Rumah Sakit Gandhi terkena serangan udara Israel pada 1 Maret. Operasi militer gabungan Israel-AS menargetkan beberapa lokasi di seluruh Iran.
REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU -- Ketegangan di kawasan Timur Tengah akibat ulah Israel dan Amerika Serikat membangkitkan solidaritas di kalangan umat Islam. Salah satunya Forum Pondok Pesantren (FPP) Kabupaten Indramayu, yang menyerukan gerakan solidaritas ekonomi kepada seluruh umat Islam di Indonesia.
Ketua FPP Kabupaten Indramayu, Azun Mauzun, mengatakan, seruan itu disampaikannya terutama kepada kalangan santri yang tersebar di ribuan pondok pesantren se-Nusantara. “Seruan ini merupakan ajakan terbuka untuk berhenti menggunakan produk-produk dari perusahaan yang teridentifikasi memiliki afiliasi kuat dengan Amerika Serikat dan Israel. Hal ini sebagai bentuk protes terhadap situasi kemanusiaan yang sedang terjadi,” ujar Azun kepada Republika, Senin (2/3/2026).
Azun menyatakan, langkah itu bukan sekadar urusan konsumsi semata. Namun juga sebuah pernyataan sikap moral yang mendalam dari dunia pesantren.
Menurutnya, pesantren dan umat Islam memiliki tanggung jawab besar untuk tidak menjadi bagian dari rantai ekonomi yang mendukung pihak-pihak yang terlibat dalam konflik global. Ia percaya, jika kekuatan kolektif jutaan santri di Indonesia disatukan, maka dapat memberikan dampak signifikan dalam menyuarakan keadilan di tingkat internasional.
“Pesantren dan umat Islam seharusnya senantiasa berdiri di baris paling depan sebagai penggerak perdamaian dunia,” ujar pengelola Pondok Pesantren Al-Qur’aniyah Desa Dukuh Jati, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu tersebut.
Azun menegaskan, boikot terhadap produk-produk yang terafiliasi dengan Israel dan Amerika Serikat merupakan salah satu cara damai namun tegas dalam menunjukkan penolakan terhadap segala bentuk kekerasan dan kekejaman perang yang terus memakan korban jiwa. Baginya, komitmen terhadap perdamaian harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Termasuk dalam memilih apa yang dikonsumsi dan digunakan oleh masyarakat.
“Saya berharap,ajakan ini dapat menumbuhkan kesadaran baru di kalangan santri untuk lebih mandiri dan selektif,” ucap dia.
Dengan mengalihkan dukungan kepada produk-produk lokal atau alternatif lain yang tidak memiliki keterkaitan dengan konflik, Azun meyakini, komunitas muslim dan pesantren dapat berkontribusi nyata dalam menciptakan tatanan dunia yang lebih adil. “Semoga gerakan ini pun menjadi momentum bagi umat untuk semakin mencintai produk dalam negeri demi kemandirian bangsa dan penegakan nilai-nilai kemanusiaan universal,” katanya. N lilis sri handayani
.png)
1 hour ago
1














































