Pemkot Semarang Perkuat Ekosistem Industri Halal Jelang MTQ Nasional 2026

2 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG, – Pemerintah Kota Semarang terus memperkuat ekosistem industri halal dengan memfasilitasi sertifikasi bagi pelaku UMKM lokal. Langkah strategis ini digenjot menjelang penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI yang akan digelar di Kota Atlas pada September 2026.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menegaskan bahwa agenda nasional tersebut harus dimanfaatkan sebagai ruang strategis bagi UMKM lokal untuk menembus pasar yang lebih luas melalui kepastian standar dan sertifikasi produk. "Pemerintah Kota Semarang berkomitmen penuh mendorong penguatan industri halal dan pemenuhan TKDN (tingkat komponen dalam negeri) bagi pelaku UMKM lokal," katanya di Semarang, Selasa.

Menurut dia, langkah tersebut sangat krusial, terlebih Kota Semarang akan menjadi tuan rumah MTQ Nasional, ketika kepastian kualitas dan kehalalan produk menjadi prioritas. Melalui program Waras Ekonomi, Pemkot Semarang telah memfasilitasi penerbitan 100 sertifikat halal untuk sektor batik, kriya, dan kuliner, serta 50 sertifikat TKDN bagi 20 UMKM.

Kemudahan Akses Sertifikasi

Proses sertifikasi industri kecil menengah (IKM) binaan itu dikawal langsung oleh Dinas Perindustrian Kota Semarang secara bertahap. Tahapannya dimulai dari pendataan, sosialisasi, koordinasi bersama Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Jateng, pendampingan pendaftaran dan verifikasi, hingga penyerahan sertifikat serta evaluasi pascasertifikasi.

Kepala Dinas Perindustrian Kota Semarang Arwita Mawarti menegaskan kemudahan alur bagi pelaku usaha yang ingin mengakses layanan tersebut. "Mekanismenya sangat ringkas: pelaku usaha mengajukan permohonan dengan menyiapkan NIB (Nomor Induk Berusaha), serta dokumen produk, mengikuti pendampingan dan verifikasi, hingga pemeriksaan kehalalan sampai sertifikat diterbitkan," jelasnya.

Pelaku IKM binaan dapat berkoordinasi langsung dengan Dinas Perindustrian agar bisa diarahkan sesuai skema fasilitasi yang tersedia. Kesiapan produk dan pelaku usaha tersebut turut ditampilkan dalam Warasverse 2026 bertajuk "Kekuatan Lokal Menuju Global" yang digelar pada 21–23 Agustus 2026 di The Park Mall, Semarang. Selain pameran produk, kegiatan tersebut diisi talkshow strategi bisnis, workshop, turnamen, board game, dan penampilan musik.

Agustina berharap gelaran MTQ Nasional dapat memberikan ruang lebih luas bagi produk lokal untuk dikenal masyarakat dari berbagai penjuru nusantara. Produk-produk yang telah memenuhi standardisasi tersebut disiapkan untuk mengisi berbagai agenda Semarak MTQ Nasional pada 13–18 September mendatang. Beberapa di antaranya adalah Halal Food Festival di Plaza Simpang Lima, Mini Dugderan, Expo Kaligrafi, Fashion Show Islami dan Batik Muslim Awards, serta Lomba Rebana Tingkat Nasional di TBRS.

"Kita ingin MTQ Nasional memberi manfaat yang lebih luas bagi Kota Semarang, termasuk para pelaku UMKM. Produk lokal harus tampil dengan kualitas yang baik, memenuhi standar, dan memiliki daya saing sehingga mampu menangkap peluang pasar nasional," pungkas Agustina.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |