Pemkab Bandung Barat Siapkan 50 Peti Jenazah untuk Korban Longsor, Ini Alasannya

2 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Pemkab Bandung Barat menyiapkan 50 peti jenazah untuk korban tertimbun longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat. Peti itu diserahkan ke Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jabar.

"Karena memang kondisi jenazah yang sudah memang tadi diceritakan kalau dikembalikan kepada keluarga tidak menggunakan peti agak kurang nyaman jadi insya Allah kami sudah memberikan 50, hari ini masuk 10 peti dulu sisanya akan segera menyusul semoga bermanfaat," kata Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, Kamis (29/2026).

Peti jenazah itu akan digunakan untuk jasad korban longsor yang berhasil dievakuasi rata-rata ditemukan dalam kondisi yang tidak lagi baik. Penggunaan peti jenazah ini pun dilakukan untuk menjaga martabat korban sekaligus mengurangi beban psikologis keluarga yang ditinggalkan.

Sementara itu, terkait satus darurat bencana sendiri Jeje menyebut sebelumnya telah ditetapkan dan akan berlangsung selama dua pekan terhitung sejak terjadinya longsor. Adapun untuk penyebab longsor serta rencana relokasi ratusan penyintas korban longsor, hingga saat ini pihaknya masih menunggu hasil kajian dari Badan Geologi.

"Relokasi kita masih mencari karena memang lahan disini saya lihat masih rawan dan banyak yang kemiringan. Kita akan mencari beberapa alternatif dan nanti akan dikaji tim geologi, misalkan memang itu aman kita siap relokasi," ujar Jeje.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat, Lia Nurliana Sukandar mengatakan, peti jenazah yang disiapkan ini diberikan sudah dengan dilengkapi kain kafan. Pemkab Bandung Barat juga membantu jalannya proses identifikasi korban tertimbun yang dilakukan oleh tim DVI Polri. Lina memastikan, sebanyak tiga rumah sakit disiagakan untuk penanganan korban.

"Kami, alhamdulillah, karena ada tiga rumah sakit di KBB ini, RSUD Lembang, Cililin, dan Cikalong, saat ini distribusi 50 peti jenazah itu berasal dari rumah sakit Cikalong Wetan," ucapnya.

Lia mengatakan, selain peti jenazah Dinkes Bandung Barat juga menyediakan sterilisasi bagi tim SAR gabungan. "Insyaallah disiapkan, disiapkan. Jangankan untuk jenazah, untuk petugas saja kami menyiapkan untuk sterilisasi, bagi relawan yang ingin, tapi memang bahannya belum datang, disinfektan," jelasnya.

Penanganan jenazah longsor, kata Lina harus dilakukan dengan standar operasional prosedur, sehingga para petugas sudah diberikan cairan anti tetanus.

"Kemudian yang sudah dari hari kemarin adalah penyuntikan anti tetanus, bagi relawan TNI Pori dan BPBD Basarnas yang langsung di lokasi kejadian mengangkut jenazah. Karena SOP-nya harus di hari ketiga sudah mereka mendapat suntikan anti tetanus," kata dia.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |