8000hoki.com Agen server Slot Gacor Myanmar Terkini Gampang Menang Full Terus
hoki kilat Agen website Slot Maxwin China Terbaru Mudah Lancar Menang Full Online
1000 Hoki Online ID website Slot Gacor Singapore Terpercaya Sering Lancar Win Setiap Hari
5000 hoki Daftar situs Slot Gacor China Terbaru Gampang Lancar Win Banyak
7000 hoki List Agen situs Slot Gacor Malaysia Terkini Sering Lancar Win Full Banyak
9000hoki Data ID website Slots Gacor Indonesia Terbaru Pasti Lancar Menang Banyak
Alternatif Agen game Slots Gacor server Indonesia Terbaik Mudah Win Setiap Hari
Idagent138 login Id Slot Gacor Terpercaya
Luckygaming138 Daftar Id Slot Anti Rungkad Online
Adugaming login Akun Slot Maxwin Terpercaya
kiss69 Id Slot Anti Rungkat
Agent188 Slot Anti Rungkad
Moto128 Daftar Akun Slot Anti Rungkad Terpercaya
Betplay138 Daftar Akun Slot Anti Rungkad Online
Letsbet77 Daftar Akun Slot Maxwin Terpercaya
Portbet88 Daftar Akun Slot
Jfgaming168 Akun Slot Anti Rungkad Terbaik
MasterGaming138 login Slot Maxwin Terpercaya
Adagaming168 login Id Slot Anti Rungkat Terpercaya
Kingbet189 Daftar Akun Slot Terbaik
Summer138 Daftar Slot Maxwin Online
Evorabid77 login Akun Slot Online
Otoritas Jasa Keuangan optimistis pencapaian kinerja perbankan tumbuh positif sehingga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
OJK Optimistis Kinerja Perbankan Positif di Tengah Tantangan Global (FOTO:MNC Media)
IDXChannel - Dengan berbagai tantangan global pada 2025, Otoritas Jasa Keuangan optimistis pencapaian kinerja perbankan tumbuh positif sehingga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Berbagai upaya untuk mendukung pencapaian Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 telah dilakukan OJK, di mana pada 2021 OJK telah mengeluarkan Roadmap Pengembangan Perbankan Indonesia 2020-2025 (RP2I 2020-2025).
Pada 2024, OJK juga telah menerbitkan Roadmap Penguatan BPD 2024 – 2027 sebagai bentuk penguatan peran BPD dalam mendorong perekonomian daerah. Lebih lanjut, pada 2026 rencananya OJK akan mengeluarkan peta jalan periode selanjutnya dan akan diselaraskan dengan RPJMN 2025-2029 sebagai bentuk dukungan OJK terhadap rencana pemerintah.
"Disamping itu, berbagai pengaturan juga telah dikeluarkan OJK dalam upaya untuk memperkuat peran perbankan dalam mendukung sektor riil, khususnya dalam penyaluran perkreditan dan dengan suku bunga yang bersaing," tutur Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Dian Ediana Rae di Jakarta Jumat (28/3/2025).
Dalam konteks ini, OJK telah menerbitkan berbagai regulasi dan kebijakan yang mendukung penyaluran kredit yang mengedepankan prinsip kehati-hatian dan memperhatikan asas pemberian kredit/pembiayaan yang sehat. Termasuk di antaranya melalui pemantauan likuiditas, manajemen risiko, dan kepatuhan terhadap regulasi perbankan.
Untuk terus mendorong persaingan suku bunga dan efisiensi antar bank, sambung Dian, OJK juga telah menerbitkan POJK No. 13/2024 tentang Transparansi dan Publikasi Suku Bunga Dasar Kredit Bagi Bank Umum Konvensional sebagai penyempurnaan ketentuan sebelumnya.
Melalui POJK tersebut, Bank diharapkan dapat melakukan standardisasi penyusunan komponen SBDK dengan lebih baik dan mempublikasikan hasil penyusunan SBDK tersebut secara lebih rinci.
"OJK juga memfokuskan untuk mendorong peningkatan pendalaman dan intermediasi keuangan dilakukan melalui diversifikasi produk, peningkatan efisiensi untuk menekan cost of fund, serta penguatan daya saing dan kelembagaan, peningkatan inklusi keuangan, serta peningkatan inovasi, pemanfaatan teknologi dan digitalisasi keuangan termasuk penguatan perlindungan konsumen dan investor sektor keuangan, dalam penguatan intermediasi perbankan," ujarnya.
Dukungan dan pengawasan OJK untuk sektor perbankan dalam memenuhi target RPJMN 2025-2029 akan terus dilakukan secara optimal dengan melakukan tindakan pengawasan yang diperlukan dari sisi tata kelola dan manajemen risiko, serta pembentukan pencadangan sebagai langkah mitigasi, sehingga indikator kinerja keuangan tetap terjaga.
Adapun menurut Dian, target Aset Perbankan/PDB sebagaimana RPJMN 2025-2029 sangat menantang bagi sektor perbankan, karena target tersebut disusun dengan menggunakan baseline rasio aset perbankan/PDB yang sebesar 57,2 persen.
Program-program prioritas yang diusung pemerintah dalam RPJMN diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi guna mencapai target yang telah ditetapkan.
Peningkatan pertumbuhan ekonomi tersebut akan membuka ruang bagi penyaluran kredit, didukung oleh likuiditas yang memadai seiring dengan meningkatnya capital inflow yang diharapkan turut bertumbuh sejalan dengan ekspansi ekonomi.
(kunthi fahmar sandy)