Ilustrasi petinggi negara negara Teluk.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketegangan geopolitik yang meningkat di berbagai belahan dunia telah mendorong banyak negara untuk memprioritaskan dan memperkuat pertahanan udara mereka. Ancaman serangan rudal dan sistem persenjataan udara modern lainnya yang semakin canggih telah menempatkan isu keamanan langit sebagai perhatian utama dalam strategi pertahanan nasional dan regional.
Sebagai respons terhadap situasi global ini, negara-negara di kawasan Teluk, yang tergabung dalam Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), tengah mengintensifkan upaya untuk meningkatkan keamanan kolektif mereka. Jassem Mohammed Al-Badawi, Sekretaris Jenderal GCC, mengumumkan bahwa enam negara anggota GCC telah membahas kemungkinan pembentukan sistem pertahanan terpadu yang dikenal sebagai "kubah rudal" bersama. Pembahasan ini dilakukan menjelang KTT di Bahrain, menandakan urgensi isu pertahanan di tengah perkembangan regional.
Secara umum, kubah rudal merujuk pada sistem pertahanan udara komprehensif yang dirancang untuk mendeteksi, melacak, dan mencegat berbagai jenis proyektil udara seperti rudal balistik, rudal jelajah, dan drone. Sistem ini biasanya terdiri dari jaringan radar canggih, pusat komando dan kontrol, serta peluncur rudal pencegat yang bekerja secara terintegrasi. Tujuan utama kubah rudal adalah menciptakan perisai pertahanan yang efektif untuk melindungi wilayah vital dari ancaman serangan udara.
Pembentukan kubah rudal bersama oleh negara-negara GCC bertujuan untuk meningkatkan interoperabilitas dan sinkronisasi sistem pertahanan udara di antara negara-negara anggota. Dengan mengoordinasikan radar, sensor, dan unit pencegat, cakupan pertahanan dapat diperluas dan respons terhadap ancaman dapat dipercepat. Inisiatif ini mencerminkan komitmen bersama negara-negara Teluk untuk memperkuat kemampuan pertahanan kolektif mereka dalam menghadapi tantangan keamanan yang kompleks di kawasan.
Menurut Al-Badawi, isu pertahanan bersama ini menjadi salah satu topik penting yang akan dibahas oleh para pemimpin dalam pertemuan KTT di Bahrain. Beliau menyatakan bahwa kawasan tersebut sedang menyaksikan perkembangan signifikan yang menyoroti perlunya kerja sama pertahanan yang lebih erat.
.png)
3 hours ago
3












































