MUI Sampaikan Selamat atas Terpilihnya Ayatullah Mojtaba Khamenei

3 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengapresiasi naiknya Ayatullah Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi Republik Islam Iran. Lelaki berusia 56 tahun itu menggantikan ayahnya, Ayatullah Ali Khamenei, yang gugur akibat diserang militer aliansi Israel-Amerika Serikat pada akhir Februari lalu.

Menurut Wakil Ketua Umum MUI Buya Anwar Abbas, dunia Islam patut mengucapkan selamat kepada Ayatullah Mojtaba Khamenei dan rakyat Iran pada umumnya. Semula, banyak pihak memperkirakan tidak mudah bagi Majelis Para Ahli (Majles-e Khobregan) yang bertugas memilih dan menetapkan siapa yang akan menggantikan almarhum Ayatullah Ali Khamenei. Sebab, Iran sedang terlibat dalam perang melawan Israel dan Amerika Serikat (AS).

"Namun, untunglah masalah suksesi tersebut dapat berjalan dengan baik dan lancar sehingga Mojtaba Khamenei, 56 tahun, terpilih sebagai pemimpin tertinggi Iran," ujar Buya Anwar Abbas kepada Republika pada Selasa (10/3/2026).

Mojtaba tidak hanya masyhur sebagai putra Ayatullah Ali Khamenei. Sosoknya juga dikenal memiliki hubungan dekat dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) serta berpengaruh di kalangan ulama Iran.

"Memang, bila dilihat dari segi keturunan, suksesi ini sedikit berbau dinasti karena Mojtaba adalah anak dari Ali Khamenei. Namun, hal itu diyakini terjadi bukan karena mereka (Majelis) ingin membuat kerajaan, tetapi mengingat besarnya masalah yang sedang dihadapi Iran berupa perang melawan Israel-AS," jelas Buya Anwar.

MUI berharap, terpilihnya putra seorang syuhada dapat menjaga semangat juang bangsa Iran dalam perang melawan aliansi militer Israel-AS. Menurut Buya Anwar, rezim Benjamin Netanyahu dan Donald Trump telah menunjukkan arogansi yang mencederai nilai-nilai kemanusiaan dan hukum internasional.

"Ayatullah Mojtaba diharapkan akan dapat menyalakan terus api perlawanan rakyat Iran terhadap Israel dan AS sehingga diharapkan, Iran akan dapat menghancurkan kesombongan dan mengalahkan kedua negara yang dikenal perusak perdamaian tersebut," tukas ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah ini.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |