Roket Space Launch System (SLS) yang membawa kapsul Orion untuk misi Artemis II diluncurkan dari Landasan Peluncuran 39B di Pusat Luar Angkasa Kennedy di Titusville, Florida, AS, Rabu (1/4/2026) waktu setempat. Artemis II sukses diluncurkan dalam penerbangan lintas bulan berawak, misi manusia pertama di luar orbit Bumi sejak 1972. (FOTO : EPA/CRISTOBAL HERRERA-ULASHKEVICH)
Pilot Victor Glover dari NASA, Spesialis Misi Jeremy Hansen dari Badan Antariksa Kanada, Komandan Reid Wiseman dari NASA dan Spesialis Misi Christina Koch dari NASA (dari kiri) berjalan keluar dari Gedung Operasi dan Pemeriksaan Neil A. Armstrong menuju Landasan Peluncuran 39B sebagai bagian dari persiapan peluncuran Artemis II di Titusville, Florida, AS, Rabu (1/4/2026) waktu setempat. Artemis II membawa empat astronot dalam misi bersejarah ke bulan. Para astronot, terdiri dari tiga orang Amerika Serikat dan satu orang Kanada, akan menguji pesawat luar angkasa Orion atau kendaraan eksplorasi yang mengangkut astronot ke Bulan dan kembali ke Bumi. (FOTO : EPA/CRISTOBAL HERRERA-ULASHKEVICH)
Komandan Reid Wiseman dari NASA keluar dari Gedung Operasi dan Pemeriksaan Neil A. Armstrong menuju Landasan Peluncuran 39B sebagai bagian dari persiapan peluncuran Artemis II di Titusville, Florida, AS, Rabu (1/4/2026) waktu setempat. Artemis II adalah misi kedua dalam program eksplorasi Bulan Artemis milik NASA. (FOTO : EPA/CRISTOBAL HERRERA-ULASHKEVICH)
Roket Space Launch System (SLS) yang membawa kapsul Orion untuk misi Artemis II diluncurkan dari Landasan Peluncuran 39B di Pusat Luar Angkasa Kennedy di Titusville, Florida, AS, Rabu (1/4/2026) waktu setempat. Melalui program Artemis, NASA berharap dapat mengirim astronaut dalam misi yang semakin kompleks untuk menjelajahi Bulan demi penemuan ilmiah maupun sebagai landasan menuju misi berawak pertama ke Mars. (FOTO : EPA/CRISTOBAL HERRERA-ULASHKEVICH)
Roket Space Launch System (SLS) yang membawa kapsul Orion untuk misi Artemis II terbang setelah peluncuran yang sukses dari Landasan Peluncuran 39B di Pusat Luar Angkasa Kennedy di Titusville, Florida, AS, Rabu (1/4/2026) waktu setempat. Artemis II sukses diluncurkan dalam penerbangan lintas bulan berawak, misi manusia pertama di luar orbit Bumi sejak 1972. (FOTO : EPA/CRISTOBAL HERRERA-ULASHKEVICH)
Roket Space Launch System (SLS) yang membawa kapsul Orion untuk misi Artemis II berada di Landasan Peluncuran 39B di Pusat Luar Angkasa Kennedy di Titusville, Florida, AS, Rabu (1/4/2026) waktu setempat. NASA menargetkan pendaratan manusia di dekat kutub selatan Bulan pada tahun 2028. Jika semuanya berjalan sesuai rencana, komunitas ilmiah meyakini misi berawak ke Mars dapat dilakukan pada 2030-an atau 2040-an. (FOTO : EPA/CRISTOBAL HERRERA-ULASHKEVICH)
REPUBLIKA.CO.ID, FLORIDA -- Roket misi Artemis II lepas landas dari Pusat Antariksa Kennedy NASA di Florida, Rabu (1/4/2026) waktu setempat.
Artemis II membawa empat astronot dalam misi bersejarah ke bulan. Para astronot, terdiri dari tiga orang Amerika Serikat dan satu orang Kanada, akan menguji pesawat luar angkasa Orion atau kendaraan eksplorasi yang mengangkut astronot ke Bulan dan kembali ke Bumi.
Mereka juga diluncurkan menggunakan roket baru NASA yang paling kuat sejauh ini, yaitu Space Launch System (SLS). Artemis II adalah misi kedua dalam program eksplorasi Bulan Artemis milik NASA. Sebelumnya Artemis I berhasil mengirim Orion tanpa awak ke orbit Bulan dan kembali pada tahun 2022.
Melalui program Artemis, NASA berharap dapat mengirim astronaut dalam misi yang semakin kompleks untuk menjelajahi Bulan demi penemuan ilmiah maupun sebagai landasan menuju misi berawak pertama ke Mars.
NASA menargetkan pendaratan manusia di dekat kutub selatan Bulan pada tahun 2028. Jika semuanya berjalan sesuai rencana, komunitas ilmiah meyakini misi berawak ke Mars dapat dilakukan pada 2030-an atau 2040-an.
sumber : EPA
.png)
14 hours ago
2

















































