Menteri Bappenas: MBG Sudah Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja

5 hours ago 2

Petugas memasak untuk hidangan Makan Bergizi Gratis (MBG) di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sumedang. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy menekankan urgensi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian penting dalam pembangunan nasional. Hal tersebut disampaikan dalam sambutannya pada kegiatan Prasasti Center for Policy Studies, Prasasti Economic Forum 2026 bertema “Navigating Indonesia’s Next Chapter”, Kamis (29/1/2026).

Dalam forum tersebut, Rachmat Pambudy menegaskan pemenuhan gizi masyarakat merupakan persoalan mendasar yang perlu segera diselesaikan. “MBG penting, lapangan kerja penting,” ujar Rachmat Pambudy. Program MBG merupakan program strategis nasional yang mendukung pencapaian dua Trisula Pembangunan, yakni peningkatan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas serta percepatan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

Program MBG dirancang secara menyeluruh untuk menciptakan multiplier effect pada perekonomian dan mempercepat proses industrialisasi pangan di pedesaan. MBG menyerap produk desa dan mendorong hilirisasi produk desa dengan memenuhi standar mutu, sehingga mampu menjadi bagian dari rantai pasok modern. Program ini bukan sekadar memberikan “ikan” kepada penerima manfaat, melainkan juga memberikan “kail” untuk memutar roda perekonomian.

Pemberian “ikan dan kail” tersebut mencerminkan bahwa program MBG tidak hanya menyediakan makanan bergizi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru serta memperkuat rantai pasok lokal.

Pada akhir Januari 2026, program MBG telah menyasar lebih dari 60 juta penerima manfaat melalui 22.091 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di seluruh wilayah Indonesia. Keberadaan SPPG tersebut berhasil menyerap sekitar 1,4 juta tenaga kerja.

Sementara itu, dari sisi penyedia, Program MBG juga meningkatkan produktivitas sektor pertanian, seperti padi, sayuran, dan buah-buahan; sektor peternakan, termasuk ayam, sapi, kambing, dan domba; serta perikanan lokal yang menjadi bahan baku program MBG.

Menutup sambutannya, Rachmat Pambudy menegaskan MBG merupakan bagian dari pembangunan infrastruktur yang harus diselesaikan secara menyeluruh. “Ketika kita berbicara tentang infrastruktur, mohon tidak dibatasi hanya pada infrastruktur fisik, tetapi juga mencakup infrastruktur sosial. Mohon kita dibantu untuk menyelesaikan persoalan dasar kita,” kata Rachmat Pambudy.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |