Menko Airlangga Nilai Defisit Anggaran 2,92 Persen Masih di Bawah UU

1 day ago 5

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (9/1/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai, realisasi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 sebesar 2,92 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) tidak berdampak negatif terhadap kepercayaan investor. Menurut dia, posisi defisit tersebut masih tergolong aman.

Pasalnya, angka defisit berada di bawah batas maksimal 3 persen sesuai undang-undang. "Tentu enggak ada masalah. Kan tahun kemarin udah ditutup dan defisitnya masih aman. Masih di bawah 3 persen," ujar Airlangga saat ditemui di kantor Kemenko Perekonomian Jakarta Pusat, Jumat (9/1/2026).

Berdasarkan data realisasi sementara per 31 Desember 2025, defisit APBN tercatat mencapai Rp 695,1 triliun atau setara 2,92 persen dari PDB. Angka itu melebar dibandingkan target awal APBN 2025 sebesar 2,53 persen maupun proyeksi laporan semester sebesar 2,78 persen, dan mendekati ambang batas defisit 3 persen.

Menanggapi pelebaran defisit, Airlangga menilai, kondisi saat ini masih terjaga karena capaian penerimaan negara relatif tinggi. "Ya kan tentu kita lihat juga penerimaan kita kan mendekati 91,7 persen. Jadi itu wajar saja. Yang paling penting kita kejar pertumbuhan. Nah pertumbuhan kan kaitannya direct terhadap employment, penciptaan lapangan kerja. Jadi itu yang kita dorong," jelasnya.

Airlangga juga optimistis pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2025 akan menjadi yang tertinggi dibandingkan kuartal sebelumnya. "Kita lihat, tetapi pertumbuhan di kuartal IV itu di antara kuartal-kuartal sebelumnya tumbuh bisa menjadi yang tertinggi. Sehingga mungkin secara keseluruhan target daripada APBN untuk pertumbuhan bisa mendekati," katanya.

Adapun dari sisi pendapatan, realisasi sementara pendapatan negara tercatat sebesar Rp 2.756,3 triliun atau 91,7 persen dari target APBN 2025 sebesar Rp 3.005,1 triliun. Penerimaan perpajakan mencapai Rp 2.217,9 triliun atau 89 persen dari target Rp 2.490,9 triliun.

sumber : Antara

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |