Laporan: Iran Revisi Strategi Perang, Aset Ekonomi AS Segera Jadi Target Serangan

6 hours ago 8

Kepulan asap terlihat setelah rudal Iran menghantam pangkalan AS di ibu kota Bahrain, Manama, Sabtu (28/2/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Iran dilaporkan telah mengembangkan daftar target potensial termasuk aset ekonomi AS untuk diserang. Menurut laporan Fars News dilansir Anadolu, Senin (9/3/2026), Teheran merevisi target-targetnya sehingga tak lagi fokus pada aset militer AS dan Israel di Timur Tengah.

Menurut pejabat yang dikutip Fars News, perubahan target serangan Iran sebagai respons atas serangan dari AS dan Israel yang "saat ini termasuk ancaman langsung terhadap rakyat Iran."

Pada Sabtu (8/3/2026), AS dan Israel melancarkan serangan menargetkan fasilitas minyak di dalam kota dan sekitar Teheran. Serangan itu mengakibatkan kerusakan signifikan, termasuk depot minyak di Shahran Oil Depot.

Dilansir Al Jazeera, asap tebal terlihat membumbung di langit Teheran setelah serangan udara tersebut. Serangan itu menargetkan empat fasilitas penyimpanan minyak dan satu pusat transfer produksi minyak.

Kantor berita Fars melaporkan serangan pada Sabtu memicu kebakaran besar setelah menghantam empat fasilitas penyimpanan minyak serta pusat transfer produksi minyak di Teheran dan Provinsi Alborz. Media pemerintah Iran menyebut serangan tersebut sebagai “serangan dari Amerika Serikat dan rezim Zionis”.

Fasilitas yang menjadi sasaran antara lain gudang minyak Aghdasieh di timur laut Teheran, kilang minyak Teheran di bagian selatan kota, depot minyak Shahran di barat Teheran, serta depot minyak di Kota Karaj.

Sejumlah saksi menyebutkan minyak dari depot Shahran sempat bocor hingga ke jalan-jalan di sekitar lokasi. Setidaknya empat pengemudi truk tangki dilaporkan tewas dalam serangan di Teheran dan Alborz, menurut laporan Fars. Meski demikian, pihak berwenang menyatakan tidak terjadi kekurangan distribusi bahan bakar.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |