Komposisi penjualan semen curah domestik meningkat dari 26,7 persen menjadi 31,7 persen pada 2024.
Laba Indocement (INTP) Capai Rp2 Triliun, Tumbuh 3 Persen di 2024 (FOTO:Dok Ist)
IDXChannel - PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) membukukan pertumbuhan laba tahun berjalan 3 persen menjadi Rp2 triliun pada 2024. Adapun volume penjualan (semen dan klinker) secara keseluruhan sebesar 20,4 juta ton pada 2024.
"Angka itu lebih tinggi 1,1 juta ton atau naik 5,9 persen dibandingkan tahun lalu, terutama dari tambahan volume PT Semen Grobogan," kata Direktur Utama INTP Christian Kartawijaya dalam keterangan tertulis Rabu (26/3/2025).
Sementara itu, komposisi penjualan semen curah domestik meningkat dari 26,7 persen menjadi 31,7 persen pada 2024. Hal tersebut karena pasokan semen ke proyek ibu kota baru dan percepatan proyek infrastruktur di Jawa.
Secara keseluruhan penjualan ekspor sebesar 317 ribu ton. Pendapatan Neto Perseroan mencapai Rp18,5 triliun naik 3,3 persen. Beban Pokok Pendapatan meningkat menjadi minus Rp12,4 triliun, naik 3,2 persen seiring dengan peningkatan volume penjualan. Hal ini menghasilkan marjin Laba Bruto sebesar 32,7 persen untuk 2024.
Sementara itu, beban Usaha yang meningkat sebesar 2,7 persen menjadi minus Rp3,7 triliun yang bersumber dari kenaikan volume penjualan dan biaya lainnya dari perluasan operasi di Grobogan.
Dengan demikian, margin Laba Usaha sebesar
12,9 persen dan EBITDA sebesar 21,2 persen pada 2024. Pendapatan Keuangan menjadi minus Rp74,9 miliar yang disebabkan oleh beban bunga dari utang PT Semen Grobogan.
"Permintaan semen yang lemah akan terus berlanjut hingga awal 2025 karena musim hujan yang diikuti oleh bulan puasa. Namun, kami masih memperkirakan kemungkinan permintaan positif sebesar 1 persen–2 persen pada tahun ini meskipun ada pengurangan anggaran infrastruktur," tuturnya.
Perseroan juga melihat proyek infrastruktur yang sedang berjalan masih akan diselesaikan, termasuk beberapa proyek baru dan yang sudah ada dari sektor komersial dan industri.
Menurut dia, program Pemerintah seperti perpanjangan diskon PPN untuk kepemilikan rumah baru, program tiga juta rumah per tahun, dan renovasi sekolah seharusnya menjadi pendorong positif bagi permintaan semen.
"Selama masa yang penuh tantangan ini, kami lebih menekankan kebijakan pengendalian biaya, mengidentifikasi area-area yang biayanya dapat dikurangi tanpa mengorbankan kualitas dan layanan," ujarnya.
Peningkatan penggunaan bahan bakar alternatif dan bahan baku alternatif juga merupakan salah satu inisiatif utama 2025, khususnya untuk pabrik di Grobogan dan pabrik yang sewa di Maros.
"Kebijakan ini tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan tetapi juga secara ekonomi. Akhirnya, kami mengantisipasi lebih cepat dimulainya kembali aktivitas konstruksi pada awal April 2025 karena tahun lalu kegiatan tersebut jatuh pada minggu kedua April, termasuk kondisi yang lebih baik karena cuaca yang lebih kering," ujarnya.
(kunthi fahmar sandy)