Konektivitas Kepulauan Seribu Menguat, Commuter Line Jadi Penghubung dari Daratan Jakarta

7 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperkuat layanan transportasi menuju Kepulauan Seribu mulai 2027 membuka ruang semakin besar bagi terbentuknya perjalanan antarmoda yang terhubung antara wilayah daratan dan kepulauan. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan pengelolaan transportasi laut menuju dan dari Kepulauan Seribu akan dialihkan kepada PT Transportasi Jakarta agar perjalanan masyarakat semakin mudah dan efisien.

Pramono juga menekankan pentingnya memberikan akses transportasi yang setara bagi masyarakat Kepulauan Seribu sebagaimana wilayah Jakarta lainnya. Kebijakan tersebut diarahkan agar warga kepulauan semakin mudah mencapai berbagai kawasan di Jakarta, sekaligus mempermudah masyarakat dari daratan menuju Kepulauan Seribu.

Dalam perjalanan tersebut, Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan jaringan kereta api memiliki peran yang strategis untuk membawa masyarakat mendekati kawasan pesisir sebelum melanjutkan perjalanan dengan transportasi perkotaan menuju pelabuhan. KAI Group melalui Commuter Line melayani pelanggan di Stasiun Angke dan Stasiun Ancol, dua stasiun yang dapat menjadi bagian dari rantai perjalanan menuju kawasan pesisir Jakarta Utara.

"Penguatan transportasi menuju Kepulauan Seribu memperlihatkan semakin pentingnya keterhubungan antara kereta api, transportasi jalan, dan angkutan laut," ujar Anne dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (10/8/2026).

Anne menyampaikan Kepulauan Seribu berada di wilayah Jakarta, tetapi karakter geografisnya membuat perjalanan masyarakat membutuhkan perpindahan moda. Dia mengatakan kereta api dapat mengambil peran pada perjalanan dari berbagai wilayah menuju kawasan Jakarta, kemudian perjalanan dilanjutkan dengan transportasi perkotaan menuju pelabuhan dan selanjutnya menggunakan angkutan laut.

Anne menyampaikan salah satu akses perjalanan adalah melalui Stasiun Angke menuju Pelabuhan Kali Adem di kawasan Muara Angke. Jarak keduanya berada pada kisaran sekitar 7–8 kilometer, sehingga pelanggan dapat melanjutkan perjalanan menggunakan transportasi perkotaan menuju salah satu pintu utama penyeberangan ke Kepulauan Seribu.

Sementara itu, Stasiun Ancol berada sekitar 2–3 kilometer dari kawasan Marina Ancol, yang juga dikenal sebagai salah satu titik keberangkatan perjalanan wisata laut menuju berbagai pulau di Kepulauan Seribu. Kedekatan tersebut memberi alternatif bagi masyarakat yang ingin membangun perjalanan menggunakan kombinasi kereta api dan moda lanjutan menuju kawasan wisata bahari.

Peran kedua stasiun tersebut terlihat dari tingginya aktivitas pelanggan. Sepanjang Januari–Juni 2026, Stasiun Angke mencatat 1.505.477 aktivitas gate in dan 1.584.099 gate out, atau secara keseluruhan mencapai 3.089.576 aktivitas pelanggan dalam enam bulan.

"Aktivitas di Stasiun Angke juga menunjukkan tren peningkatan. Pada 2024 tercatat 5.520.375 aktivitas gate in dan gate out, kemudian meningkat menjadi 5.927.071 aktivitas pada 2025 atau naik 7,37 persen," sambung Anne.

Di Stasiun Ancol, sepanjang Januari–Juni 2026 tercatat 295.180 gate in dan 255.109 gate out, sehingga total aktivitas pelanggan mencapai 550.289. Angka tersebut setara sekitar 53,4 persen dibandingkan keseluruhan aktivitas pelanggan sepanjang 2025 yang mencapai 1.030.402.

Menurut Anne, besarnya pergerakan masyarakat melalui kedua stasiun menunjukkan bahwa jaringan Commuter Line dapat menjadi salah satu pintu yang memperluas akses masyarakat menuju kawasan pesisir Jakarta.

“Semakin banyak pilihan transportasi publik menuju titik penyeberangan, semakin luas pula masyarakat yang dapat menjangkau Kepulauan Seribu. Bagi kami, konektivitas berarti perjalanan masyarakat dibuat semakin mudah dari titik awal sampai tujuan akhir," ucap Anne.

Anne mengatakan keindahan Kepulauan Seribu berada relatif dekat dari pusat aktivitas Jakarta. Tantangannya adalah bagaimana perjalanan menuju sana menjadi semakin mudah.

KAI memandang penguatan konektivitas sebagai bagian penting dalam memperluas manfaat transportasi publik. Dalam sebuah perjalanan antarmoda, setiap moda memiliki perannya masing-masing dan saling melanjutkan perjalanan masyarakat.

"Semakin terhubung transportasinya, semakin dekat pula masyarakat dengan berbagai wilayah dan potensi yang dimiliki Jakarta," kata Anne.

sumber : Antara

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |