Dirut ASDP Perkuat Koordinasi Urai Kepadatan Kendaraan di Pelabuhan Ketapang

2 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo, memperkuat koordinasi lintas instansi dan optimalisasi operasional kapal untuk mengurai kepadatan kendaraan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, pada akhir pekan ini. Langkah tersebut diambil untuk menjaga kelancaran penyeberangan Jawa-Bali yang mengalami peningkatan volume kendaraan signifikan.

"Kami terus memperkuat langkah penanganan kepadatan kendaraan di kawasan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi melalui optimalisasi operasional kapal dan koordinasi intensif bersama regulator serta pemangku kepentingan terkait," kata Heru terkonfirmasi di Jakarta, Minggu.

Upaya tersebut dilakukan untuk mempercepat penguraian antrean sekaligus memastikan layanan penyeberangan Jawa-Bali tetap berjalan dengan mengutamakan keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa. Heru menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pengguna jasa yang terdampak oleh kepadatan kendaraan di kawasan Ketapang.

Dia menegaskan pihaknya memahami kondisi itu memberikan dampak, khususnya bagi masyarakat dan pelaku logistik yang membutuhkan kepastian waktu. "Saat ini kami bersama regulator dan seluruh stakeholder terkait terus melakukan langkah-langkah konkret untuk mempercepat penguraian antrean dan mengoptimalkan kapasitas layanan,” tutur Heru.

Faktor Penyebab Kepadatan

Kepadatan yang terjadi saat ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor, salah satunya peningkatan volume kendaraan logistik yang mencapai sekitar 16 persen dibandingkan periode yang sama bulan lalu. Kondisi tersebut berlangsung bersamaan dengan satu pasang dermaga di Ketapang dan Gilimanuk yang sementara tidak beroperasi karena tengah menjalani peningkatan kapasitas menjadi 50 ton.

Pekerjaan itu merupakan bagian dari penguatan infrastruktur dan kesiapan operasional untuk menghadapi periode angkutan Natal dan Tahun Baru serta Idul Fitri 2027. Selain peningkatan volume kendaraan, dinamika operasional layanan penyeberangan di Pelabuhan Tanjung Wangi turut mendorong sebagian kendaraan logistik beralih ke Pelabuhan Ketapang.

Optimalisasi Armada Kapal

Sebelumnya, pada Sabtu (5/9), ASDP mengoptimalkan 23 kapal di lintasan Ketapang-Gilimanuk yang menghubungkan Jawa dan Bali untuk mengurai kepadatan kendaraan sekaligus mempercepat pelayanan penyeberangan yang meningkat. Kemudian, pada hari ini Minggu (6/9), ASDP mengerahkan dua kapal yakni KMP Jatra I dan KMP Portlink 0 untuk memperkuat kapasitas layanan sekaligus mengurai kepadatan kendaraan pada penyeberangan lintas Ketapang-Gilimanuk.

"Sebagai bagian dari langkah penanganan yang optimal, KMP Jatra I dan KMP Portlink 0 telah diberangkatkan menuju Tanjung Wangi pada Sabtu (5/9) dan dijadwalkan tiba pada Selasa (8/9)," beber Heru.

Setibanya di Tanjung Wangi, KMP Jatra I akan memperkuat pelayanan pada lintasan Ketapang–Gilimanuk. Sementara itu, KMP Portlink 0 akan melayani lintasan Tanjung Wangi–Lembar dengan Pelabuhan Gili Mas. Pengaturan itu merupakan bagian dari strategi optimalisasi jaringan lintasan untuk meningkatkan kapasitas layanan dan membantu mengurangi tekanan kendaraan pada lintasan Ketapang–Gilimanuk.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |