REPUBLIKA.CO.ID, BALIKPAPAN, – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, memperkuat pendataan terhadap 9.740 warga nonpermanen. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi tingginya mobilitas masyarakat dan memastikan akurasi data administrasi kependudukan di Kota Minyak.
Kepala Disdukcapil Kota Balikpapan Tirta Dewi menyatakan bahwa ribuan warga nonpermanen tersebut tinggal sementara di Balikpapan untuk berbagai keperluan, seperti bekerja, menempuh pendidikan, maupun urusan keluarga. "Pendataan warga nonpermanen ini penting agar layanan publik tidak salah sasaran," kata Tirta Dewi di Balikpapan, Minggu.
Mobilitas Dua Arah
Tirta menjelaskan, pergerakan penduduk di Balikpapan terjadi secara dua arah. Selain kedatangan warga dari luar daerah, banyak pula warga lokal yang pindah ke luar kota karena alasan pekerjaan atau pendidikan. Oleh karena itu, pembaruan data secara berkala dinilai krusial agar tidak terjadi ketimpangan antara data administrasi dan kondisi riil di lapangan.
Disdukcapil mencatat, jumlah penduduk Balikpapan pada semester I 2026 mencapai 770.047 jiwa, atau bertambah 3.995 jiwa dibandingkan akhir tahun 2025. Pertumbuhan ini dipicu oleh kombinasi faktor alami seperti kelahiran dan mobilitas penduduk masuk-keluar yang relatif berimbang.
Dasar Kebijakan Strategis
Akurasi data kependudukan ini nantinya menjadi acuan krusial bagi pemerintah daerah dalam merumuskan berbagai kebijakan strategis. "Data kependudukan bukan sekadar angka. Data itu menjadi dasar kebijakan pemerintah, mulai dari pendidikan, kesehatan, sampai perencanaan pembangunan," tegas Tirta.
Melalui penguatan pendataan ini, pemerintah dapat memetakan pola mobilitas sekaligus menyesuaikan kapasitas layanan publik, terutama di wilayah-wilayah dengan lonjakan penduduk musiman yang tinggi. Selain pengawasan rutin, Disdukcapil Balikpapan juga mengintensifkan pemantauan berkala di tingkat kelurahan demi menjaga kesesuaian data faktual.
Tirta mengimbau masyarakat, baik pendatang maupun warga yang hendak pindah, untuk proaktif memperbarui dokumen administrasi. "Ketertiban administrasi sangat menentukan akurasi data," ujarnya.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara
.png)
4 hours ago
1
















































