Pemprov Papua Selatan dan BPHL Jayapura Perkuat Peran KPH Kelola Hutan Lestari

4 hours ago 1

Pemprov Papsel dan BPHL perkuat peran KPH dalam pengelolaan hutan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAYAPURA, – Pemerintah Provinsi Papua Selatan (Papsel) bersama Balai Pemantauan Pengelolaan Hutan (BPHL) Wilayah XVII Jayapura resmi memperkuat kerja sama dalam pengelolaan hutan. Kolaborasi ini difokuskan pada peningkatan peran Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) sebagai ujung tombak di tingkat tapak.

Gubernur Papsel Apolo Safanpo di Jayapura, Minggu, menegaskan bahwa sinergi ini penting untuk mengoptimalkan potensi kehutanan daerah. Ia menyebut perlunya koordinasi erat antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, BPHL, dan KPH.

"Memang perlu ada kolaborasi dan kerja sama yang baik antara BPHL Jayapura dengan Provinsi Papua Selatan agar potensi kehutanan dapat dimaksimalkan," kata Apolo usai menghadiri Rapat Pengelolaan Hutan Lestari di Papsel.

Potensi Hutan yang Beragam

Menurut Apolo, Papua Selatan memiliki kawasan hutan dengan beragam fungsi, mulai dari hutan konservasi, hutan lindung, hingga hutan produksi. Seluruh potensi tersebut harus dikelola secara profesional agar memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

"Potensi-potensi tersebut perlu dikelola secara baik agar memberikan manfaat bagi pembangunan daerah dan masyarakat," ujarnya.

Dia menjelaskan, kerja sama dengan BPHL diharapkan dapat membantu pemerintah daerah mengidentifikasi berbagai potensi kehutanan yang selama ini belum dikelola. Dengan demikian, sumber daya hutan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Dukungan Penguatan KPH

Sementara itu, Kepala BPHL Wilayah XVII Jayapura Plaghelmo Seran menyatakan pihaknya akan mendukung penuh penguatan peran KPH. Ia menegaskan bahwa unit tersebut merupakan ujung tombak pembangunan kehutanan di tingkat tapak.

"Penguatan peran KPH penting dilakukan karena pembangunan kehutanan di tingkat tapak, ujung tombaknya adalah KPH," kata Plaghelmo.

Dukungan yang diberikan antara lain berupa peningkatan kapasitas sumber daya manusia serta intervensi kegiatan yang disesuaikan dengan perencanaan dan kebutuhan di lapangan. Penguatan ini juga diharapkan dapat membantu masyarakat yang tinggal di dalam maupun sekitar kawasan hutan agar keberadaan hutan memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan dan ekonomi rumah tangga.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |