Pemkot Bogor Pantau Kualitas Udara Harian Imbas Abu Vulkanik

2 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR, – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, Jawa Barat, akan melakukan pemantauan dan mengumumkan kondisi kualitas udara setiap hari kepada masyarakat. Langkah ini diambil menyusul paparan abu vulkanik yang mencapai wilayah tersebut.

Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin menyampaikan, berdasarkan hasil penelaahan terbaru pada Minggu malam, kualitas udara Kota Bogor berada pada angka 83 atau masuk dalam kategori sedang. Ia memastikan informasi ini akan diperbarui secara berkala.

"Insyaallah setiap hari Pemkot akan meng-update status kualitas udara, sehingga masyarakat tidak bertanya-tanya bagaimana kondisi udara yang sebenarnya di Kota Bogor," kata Jenal di Bogor.

Pinjam Alat Pemantau dari KLH

Untuk memastikan akurasi data, Pemkot Bogor akan mendapatkan pinjaman alat stasiun pemantau kualitas udara dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) pada Senin (7/9). Alat tersebut akan dioperasikan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor guna memperoleh data terbaru mengenai kondisi udara pasca terdampak sebaran abu vulkanik.

"Siang kita akan dipinjamkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup, sehingga sore kita akan coba ukur dan semoga ada hasil. Yang hari ini 83, mudah-mudahan besok lebih baik lagi," ujar Jenal.

Meskipun kualitas udara masih berada pada kategori sedang atau biru, Pemkot Bogor mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan. Warga yang ingin berolahraga untuk sementara dianjurkan memilih aktivitas di dalam ruangan.

"Kondisinya adalah sedang atau biru. Boleh beraktivitas, tapi kita batasi," tegas Jenal. Imbauan pembatasan aktivitas ini tidak hanya ditujukan kepada peserta didik, tetapi juga masyarakat secara umum sebagai langkah antisipasi terhadap paparan abu vulkanik.

Siapkan 250 Ribu Masker dan Penyemprotan

Sebagai bagian dari upaya mitigasi, Pemkot Bogor telah menyiapkan sekitar 250 ribu masker untuk dibagikan kepada kelompok masyarakat yang menjadi sasaran prioritas. Selain itu, petugas kebersihan juga melakukan penyemprotan di jalan protokol, fasilitas publik, trotoar, serta tanaman untuk membersihkan material abu yang menempel.

Penyemprotan mulai dimaksimalkan sejak Minggu malam. Di sektor kesehatan, Pemkot juga akan memantau kemungkinan dampak kesehatan melalui Dinas Kesehatan dengan memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di sejumlah wilayah. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik.

Sementara itu, Pemkot Bogor telah menetapkan kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi peserta didik pada 7-8 September 2026 sebagai bagian dari langkah perlindungan terhadap dampak abu vulkanik.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |