Geothermal Fun Day di Cianjur, Ahad (6/9/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, CIANJUR — Pengembangan potensi energi panas bumi (geothermal) di Kabupaten Cianjur dinilai perlu memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat lokal, mulai dari peluang kerja hingga penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pelibatan masyarakat menjadi salah satu aspek penting agar pengembangan energi bersih tersebut dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan dan aktivitas ekonomi di daerah.
Pesan tersebut disampaikan Aktivis Muda nasional sekaligus Ketua Umum PB HMI 2013–2015, M. Arief Rosyid Hasan, dalam gelaran Geothermal Fun Day yang diinisiasi Indonesia Geothermal Golf Community (IGGC) dan Inisiatif Daulat Energi (IDE) di Sapong Space, Cianjur, Ahad (6/9/2026). Arief menilai, dinamika serta resistensi yang sempat muncul di tengah masyarakat antara lain berakar dari kekhawatiran bahwa kehadiran proyek energi besar tidak memberikan dampak langsung bagi warga sekitar. Menurut dia, potensi alam daerah dapat menjadi pintu masuk bagi peningkatan aktivitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat lokal.
“Hikmah terkait potensi panas bumi di Cianjur ini relate dengan ajaran agama. Kalau kita bersyukur, setiap kesyukuran akan bertambah nikmat. Jadi kalau kita bersyukur dengan potensi geothermal di Cianjur, kenikmatan lapangan kerja dan potensi ekonomi akan datang bersama peluang-peluang lain. Warga Cianjur harus jadi tuan rumah di daerah sendiri,” ujar Arief.
Ia juga menegaskan pentingnya meninggalkan pola-pola lama dalam mengelola kebijakan energi nasional dan pembangunan daerah.
“Mustahil kita melihat masa depan Indonesia yang baik dengan cara lama. Mustahil kita menjadi bangsa maju jika masih bertahan dengan energi fosil. Sesuatu yang baru bisa dicapai jika caranya baru, pikirannya baru, dan orang-orangnya baru. Jika kolaborasi pentahelix ini berjalan, insya Allah kebijakan EBT akan didukung penuh,” tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, Rektor UNPI Cianjur Dodi Faraitody menekankan bahwa pelibatan publik secara bermakna menjadi bagian penting agar masyarakat memahami dan turut terlibat dalam pengembangan geothermal.
“Partisipasi publik jangan sampai hanya sekadar kelengkapan administrasi. Publik harus memahami secara utuh. Masyarakat juga harus didekati secara persuasif. Secara teknis geothermal relatif aman untuk lingkungan, kuncinya ada pada penegakan hukum dan pemenuhan prosedur yang konsisten,” jelas Dodi.
.png)
3 hours ago
1














































