REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA —Setiap manusia memiliki potensi besar untuk melampaui batas hidupnya. Namun, tidak semua memiliki akses dan kesempatan yang sama.
Salah satu kisah paling menginspirasi datang dari seorang anak Sumatera bernama Imam Mahib. Imam berasal dari Medan. Ia tumbuh dalam keluarga sederhana. Ayah bekerja sebagai satpam, sementara ibunya menjadi saksi langsung perjuangan anaknya dalam mengejar mimpi.
Keterbatasan ekonomi tidak memadamkan cita-cita Imam untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Demi bisa berangkat ke Jakarta, Imam sempat bekerja sebagai kuli hanya untuk membeli tiket kapal laut dari Medan ke Jakarta. Ia bekerja dari pukul 12 malam hingga 8 pagi, mengorbankan waktu istirahat demi satu tujuan, membuka pintu masa depan, berdasarkan keterangan tertulis, Selasa (20/1/2026).
Tak pernah terbayang oleh sang ibu bahwa anaknya kelak bisa mengenyam pendidikan di Universitas Indonesia (UI) kampus impian jutaan pelajar Indonesia. Namun, dengan tekad kuat dan doa keluarga, Imam berhasil membuktikan bahwa latar belakang bukanlah penentu akhir perjalanan seseorang.
Imam mengikuti program BSI Scholarship yang menjadi program BSI Maslahat. Program tersebut bukan hanya sebagai pemberi bantuan pendidikan, tetapi sebagai pembuka jalan masa depan, yang mempertemukan potensi dengan kesempatan.
Kisah perjuangan Imam Mahib menjadi viral setelah dibagikan melalui Instagram. Cerita tentang kerja keras, pengorbanan, dan harapan ini menyentuh banyak hati, terutama generasi muda yang sedang berjuang di tengah keterbatasan.
Viralnya kisah tersebut mengantarkan Imam menjadi narasumber di Podcast “Tanya-Tanya Semauanya (TTS)” yang akan tayang di sebuah channel YouTube.
Sebagai bentuk pendampingan dan dukungan berkelanjutan, BSI Maslahat turut mengantarkan Imam Mahib menuju studio podcast. Dalam sesi tersebut, Imam berbagi cerita tentang perjalanan hidupnya, pengalaman sebagai awardee BSI Scholarship, serta harapan dan pesan bagi generasi muda.
Diskusi berlangsung hangat dan penuh makna, di mana pendidikan tidak hanya tentang capaian akademik, tetapi juga tentang membangun manusia yang tangguh, berdaya, dan berdampak.
Kisah Imam Mahib menjadi bukti nyata jika program tersebut bukan sekadar bantuan pendidikan, melainkan investasi sosial jangka panjang untuk mencetak generasi unggul. Program ini mentransformasikan dana sosial menjadi harapan, keberanian, dan masa depan.
.png)
1 hour ago
1














































