Ketika Kecanggihan Starlink Elon Musk tak Berkutik di Iran

2 hours ago 1

Para pelayat membawa peti mati selama prosesi pemakaman untuk anggota pasukan keamanan dan warga sipil yang dilaporkan tewas dalam protes pada hari Ahad, di tengah gejolak anti-pemerintah yang terus berkembang, di Teheran, Iran, 11 Januari 2026.

REPUBLIKA.CO.ID,  TEHERAN -- Iran terpaksa melumpuhkan akses internet di negara tersebut menyusul aksi demonstrasi di berbagai daerah. Demonsrasi itu memicu jatuhnya korban jiwa baik dari petugas keamanan maupun pengunjuk rasa. 

Starlink sempat menjadi salah satu opsi bagi kalangan oposisi untuk menggerakkan massa. Namun akses internet Starlink dikabarkan juga terputus.  

"Kita belum pernah melihat ini sebelumnya. Pemadaman digital Iran kini telah mengerahkan pengacau sinyal militer, yang dilaporkan dipasok oleh Rusia, untuk memutus akses ke internet Starlink," demikian dilaporkan Forbes.

Ada laporan puluhan ribu unit Starlink yang berbasis satelit beroperasi di Iran. Namun menurut Iran Wire koneksi satelit juga dipadamkan. 

Dilaporkan bahwa sekitar 30 persen lalu lintas uplink dan downlink Starlink (awalnya) terganggu, dengan cepat dan menjadi lebih dari 80 persen dalam beberapa jam.

Mengutip, Times of Israel penyebaran penerima (Starlink) sekarang jauh lebih besar di Iran daripada selama pemadaman sebelumnya. Meskipun pemerintah tidak pernah mengizinkan Starlink untuk berfungsi, sehingga layanan tersebut ilegal untuk dimiliki dan digunakan.

Penerima Starlink menggunakan GPS untuk menemukan dan mengaktifkan koneksi ke satelit. “Sejak perang 12 hari dengan Israel Juni lalu,” kata The Times. 

“Iran telah mengganggu sinyal GPS.”

Pemblokiran internet Starlink lokal telah dikonfirmasi oleh NetBlocks. Berbicara kepada the Times pada Senin, Alp Toker dari kelompok pemantau tersebut mengkonfirmasi bahwa akses sedang diblokir, meskipun cakupan masih dapat ditemukan di beberapa area.

"Cakupannya tidak merata, tetapi masih ada."

"Meskipun tidak jelas bagaimana layanan Starlink terganggu di Iran," kata The Times.

"Beberapa spesialis mengatakan itu bisa jadi akibat pemblokiran terminal Starlink yang akan mengalahkan kemampuan mereka untuk menerima sinyal dari satelit."

sumber : Antara

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |