Kemenhub: Pesawat ATR 42-500 Laik Terbang Sebelum Terjatuh

1 day ago 7

Tim SAR Gabungan mencari korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Maros, Sulawesi Selatan, Ahad (18/1/2026). Tim SAR gabungan menemukan puing-puing yang diyakini berasal dari pesawat Indonesia Air Transport ATR 42-500 yang dilaporkan hilang dengan 10 orang di dalamnya di lereng Gunung Bulusaraung.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menegaskan proses evakuasi pesawat ATR 42-500 kini menjadi fokus utama. Basarnas bersama unsur gabungan TNI/Polri serta dukungan masyarakat setempat saat ini tengah melakukan evakuasi di kawasan Gunung Bulusaraung yang berada di perbatasan Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan.

"Pada Ahad (18/1/2026) pukul 11.59 WITA, Pos Komando Crisis Center Basarnas menerima informasi telah ditemukan satu jasad berkelamin laki-laki dan langsung dievakuasi," ujar Lukman dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (19/1/2026).

Berdasarkan data pengawasan dan hasil inspeksi kelaikudaraan, ujar Lukman, pesawat ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT dinyatakan memenuhi persyaratan kelaikudaraan.

Hal tersebut didukung oleh pelaksanaan pemeriksaan dan inspeksi ramp check terakhir dilaksanakan pada 19 November 2025 di Bandar Udara Sam Ratulangi, Manado, oleh Inspektur Kelaikudaraan Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VIII Manado.

Lukman menyampaikan pesawat tersebut pun telah menjalani inspeksi Perpanjangan Sertifikat Kelaikudaraan (Certificate of Airworthiness/C of A) pada 3 September 2025 dan inspeksi terakhir oleh operator Indonesia Air Transport (IAT) dilaksanakan sesuai dengan program perawatan Calendar Month 4.5 MO pada total waktu terbang 24.959,62 flight hours, pada 25 Desember 2025.

"Data tersebut menunjukkan pesawat telah menjalani pemeriksaan rutin serta pengawasan kelaikudaraan secara berkala dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ucap Lukman.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |