REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU -- Seorang anggota jamaah haji asal Kota Pekanbaru, Riau, dilaporkan telah meninggal dunia di Tanah Suci Makkah, Arab Saudi. Warga negara Indonesia (WNI) atas nama Baharuddin Sidi Biditek berpulang ke rahmatullah saat persiapan menjelang puncak ibadah haji menuju Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Riau Defizon mengatakan, Baharuddin wafat pada pukul 06.40 waktu Arab Saudi (WAS) di Hotel Safa Al Marjan pada Sabtu (23/5/2026). Almarhum sebelumnya memiliki riwayat hipertensi.
“Atas nama Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau, kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Bapak Baharuddin Sidi Biditek. Semoga almarhum husnul khatimah, diampuni segala dosa-dosanya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan dalam menghadapi cobaan ini,” kata Defizon kepada Antara di Pekanbaru, Riau, pada Ahad (24/5/2026).
Ia menjelaskan, pemerintah melalui petugas haji akan memastikan seluruh hak jamaah terpenuhi, termasuk pelaksanaan badal haji bagi almarhum. Calon haji yang meninggal nantinya akan dibadalhajikan oleh petugas yang telah ditunjuk.
Ia menambahkan, jamaah haji yang wafat di Tanah Suci sebelum puncak pelaksanaan ibadah haji berhak mendapatkan perlindungan asuransi sesuai ketentuan yang berlaku.
"Selain akan dibadalhajikan, juga akan diberikan asuransi sebagaimana ketentuan yang berlaku. Kami dari Kementerian Haji akan membantu seluruh proses yang berkaitan dengan jamaah tersebut,” tambahnya.
Almarhum Baharuddin Sidi Biditek diketahui merupakan WNI yang bertempat tinggal di Jalan Paus Gang Kayangan Nomor 11, Kota Pekanbaru. Setelah proses pemulasaraan selesai, almarhum direncanakan akan dishalatkan di Masjidil Haram, sebelum dimakamkan di Tanah Suci Makkah.
Mulai fase Armuzna
Pada hari ini, Senin (25/5/2026), pukul 07.00 waktu Arab Saudi (WAS) atau pukul 11.00 WIB, seluruh jamaah haji Indonesia dijadwalkan bergerak menuju Padang Arafah. Bersama jutaan tamu Allah dari berbagai penjuru dunia, mereka akan menjalani wukuf, yang merupakan inti rangkaian ibadah haji.
Inspektur Jenderal Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI Dendi Suryadi menjelaskan, puncak ibadah haji 1447 H/2026 M di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna) merupakan momen krusial, khususnya bagi seluruh petugas haji. Mereka harus selalu siap sedia dalam melayani jamaah haji RI.
Menurut Dendi, kepadatan lalu lintas saat mobilitas jamaah dari Makkah ke Arafah menjadi hal pertama yang harus diperhatikan. Sebab, saat itu jutaan orang bergerak ke satu titik lokasi yang sama pada waktu yang sama.
sumber : Antara
.png)
1 hour ago
1
















































