Foto udara kebakaran lahan di kawasan Kariangau, Balikpapan, Kalimantan Timur, Ahad (30/8/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) masih terus fokus melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di enam provinsi Kalimantan dan Sumatra. Meski begitu, BNPB juga melakukan penanganan karhutla yang terjadi di wilayah Papua.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan saat ini terdapat 35 titik panas (hotspot) dam delapan titik api (firespot) di wilayah Papua. Sementara luas lahan yang terindikasi terbakar mencapai 2.496 hektare dengan jarak pandang 5-9 kilometer.
"Tentu upaya-upaya yang dilakukan adalah upaya satgas darat terus bekerja dan melakukan pemantauan maupun pemadaman dengan alat-alat yang sudah dikirimkan sebelumnya tentu dan juga dengan water bombing dengan 1 unit helikopter Super Puma," kata dia saat konferensi pers secara daring, Ahad (30/8/2026).
Menurut dia, karhutla di Papua terjadi di wilayah sekitar objek vital nasional area operasi KKKS BP Berau Ltd dan KKKS Genting Oil Kalsuri Ltd. Dampaknya, pengoperasian Kilang LGN Tangguh wilayah kerja Berau terhenti dan pelaksanaan konstruksi fasilitas produksi pada lapangan AKM wilayah kerja Kalsuri.
Berton menyebutkan, pihaknya telah mengirimkan dua sorti penerbangan dengan air yang dijatuhkan sebesar 360.000 liter air. Operasi di Papua itu menggunakan satu helikopter yang berasal dari NTT untuk penanganan pascagempa.
Menurut dia, helikopter akan fokus menangani karhutla di wilayah Tofoi, Teluk Bintuni, dan wilayah lainnya di Papua Barat.
"Selain itu, kami perlu menyampaikan bahwa helikopter dari PT Berau LTD dengan Super Puma juga telah tiba dan melaksanakan water bombing sebanyak dua kali. Selain itu di helikopter BNPB Berau di tipe kamum juga telah tiba dan beroperasi besok hari untuk di Papua," kata dia.
.png)
4 hours ago
3















































