REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Prestasi membanggakan diraih siswa SD Nizamia Andalusia, Jakarta Timur. Syahdan Ali Prayitno berhasil meraih medali emas (Gold) dan peringkat pertama Grade 5 pada ajang Southeast Asian Mathematical Olympiad (SEAMO) X yang digelar di Bali dan diikuti peserta dari 22 negara.
Pengumuman resmi hasil SEAMO X 2026 dirilis pada 19 Januari 2026 melalui laman resmi SEAMO. Kompetisi bergengsi ini diikuti lebih dari 20 ribu peserta dari berbagai negara, dengan sistem penilaian berbasis persentil—Gold untuk 8 persen teratas dan Silver untuk 12 persen berikutnya.
Syahdan yang kini berusia 10 tahun 11 bulan mengaku kecintaannya pada matematika tumbuh sejak dini.
“Suka Matematika karena dari kecil memang suka angka dan berhitung. Gim edukasi yang saya mainkan dari kecil adalah puzzle angka, rubik's cube. Matematika adalah passion saya,” ujar Syahdan kepada Republika.co.id, Selasa (20/1/2026).
Ia juga menyampaikan kesan mendalam mengikuti berbagai kompetisi. Menurutnya, semakin sering mengikuti lomba, semakin banyak kesempatan berlatih dan memperbesar peluang meraih prestasi.
“Senang sekali bisa mengikuti berbagai kompetisi matematika. Semakin sering ikut lomba, maka semakin sering bisa latihan soal-soal, dan semakin banyak pula kesempatan untuk menang,” ucapnya.
Rekam jejak prestasi Syahdan terbilang panjang. Kompetisi matematika pertamanya diikuti sejak kelas satu SD melalui International Kangaroo Mathematics Contest (IKMC) 2022 dan berhasil meraih medali perak.
Memasuki kelas empat dan lima SD, ia kian aktif mengikuti berbagai ajang, di antaranya Kompetisi Matematika Nalaria Realistik (KMNR) ke-20 dengan raihan Gold, OSN tingkat provinsi, KOSSMI dengan Bronze, hingga kompetisi tingkat universitas seperti UMC Undip (finalis) dan OMITS ITS (perunggu).
"Untuk kompetisi international baru ikut pertama kali di SEAMO X. Alhamdulillah dapat gold peringkat satu untuk grade lima," katanya.
Ditanya kiat suksesnya, Syahdan menjawab sederhana namun konsisten, yakni rajin berlatih dan sering mengikuti lomba. Ia belajar melalui bimbingan klub matematika di sekolah dan luar sekolah, serta memanfaatkan YouTube untuk mempelajari trik penyelesaian soal.
Terkait dukungan, Syahdan menyebut peran besar sekolah. “Sering ikut lomba, biaya ada beberapa yang didaftarkan dan dibiayai sekolah, ada juga yang daftar mandiri, dan sekolah selalu support untuk mengikuti lomba-lomba,” jelasnya.
Prestasi Syahdan ini menjadi bukti bahwa dukungan sekolah, ketekunan belajar, dan kecintaan pada ilmu dapat mengantarkan siswa Indonesia berprestasi di kancah internasional.
.png)
3 hours ago
2














































