Investasi KEK Setangga Tembus Rp4,7 Triliun, Industri Baterai Buka Lapangan Kerja Daerah

3 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Masuknya industri baterai berbasis nikel di KEK Setangga mendorong investasi kawasan tersebut mencapai Rp4,7 triliun hingga kuartal III 2025. Aktivitas industri ini diharapkan membuka lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar.  

Industri yang beroperasi adalah PT Anugerah Barokah Energi Baru (ABEB), produsen bahan baku baterai lithium berbasis nikel. Produk yang dihasilkan ditujukan untuk pasar ekspor dan digunakan dalam baterai kendaraan listrik serta sistem penyimpanan energi. Kehadiran pabrik ini dinilai memberi nilai tambah bagi hasil tambang dalam negeri.  

Dari sisi kawasan, KEK Setangga telah menyerap 3.001 tenaga kerja hingga Triwulan III 2025. Capaian ini menjadikan kawasan tersebut sebagai salah satu KEK dengan pertumbuhan investasi tertinggi sepanjang tahun lalu.  

Menteri Pertahanan Republik Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin menilai pengembangan industri pengolahan dalam negeri tidak hanya berdampak pada ekonomi, tetapi juga memperkuat kemampuan nasional. Menurutnya, hilirisasi membuat sumber daya alam memberi manfaat lebih luas bagi negara.

“Pada 2026, produksi bahan baku baterai ini diharapkan menjadi terobosan strategis bagi Indonesia dalam mendukung penguasaan teknologi, termasuk teknologi pertahanan. Hilirisasi yang transparan menunjukkan kontribusi nyata industri terhadap kepentingan pertahanan nasional,” ujarnya dalam keterangan dikutip Rabu (14/1/2026). 

Plt Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK Rizal Edwin Manansang mengatakan KEK Setangga diarahkan menjadi pusat industri di wilayah tengah Indonesia. KEK Setangga ditargetkan dapat menjadi episentrum industri di wilayah tengah Indonesia.

“Total rencana investasi mencapai Rp67,69 triliun, dengan potensi penciptaan lapangan kerja bagi lebih dari 78.000 orang hingga tahun 2053,” ujarnya.  

Operasional PT ABEB juga diproyeksikan memberi dampak langsung bagi masyarakat, mulai dari bertambahnya kesempatan kerja, tumbuhnya usaha pendukung, hingga meningkatnya aktivitas logistik dan jasa. Pabrik ini memiliki kapasitas produksi hingga 20.000 ton per tahun.   Chairman of CNGR Deng Wei Ming menyebut, setelah beroperasi penuh, pabrik tersebut diperkirakan menciptakan sekitar 1.000 lapangan kerja langsung dan tidak langsung. 

“Dalam seluruh tahapan pembangunan dan operasional, kami berkomitmen mematuhi seluruh peraturan perundang-undangan di Indonesia, menerapkan teknologi produksi bersih, serta menjunjung prinsip perlindungan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan,” katanya.  

Dengan berkembangnya industri pengolahan di KEK Setangga, pemerintah berharap manfaat ekonomi tidak hanya berhenti pada angka investasi, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat melalui lapangan kerja, peningkatan pendapatan, dan tumbuhnya ekonomi daerah.  

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |