REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kota Batam di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mencatat realisasi investasi riil sebesar Rp 69,30 triliun pada 2025. Capaian itu melampaui target tahunan Rp 60 triliun atau sekitar 15 persen di atas sasaran. Hal itu menempatkan Batam sebagai salah satu kawasan dengan kualitas eksekusi investasi industri yang menonjol di Indonesia.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menjelaskan, torehan tersebut mencerminkan penguatan fundamental ekonomi kawasan. Menurut dia, pertumbuhan investasi Batam tidak semata didorong oleh penambahan jumlah proyek, tetapi oleh ekspansi dan pendalaman kapasitas pelaku usaha yang telah beroperasi.
"Yang tercermin adalah uang yang bekerja di lapangan, bukan sekadar rencana di atas kertas," ujarnya dalam siaran pers di Jakarta, Selasa (20/1/2026).
Menurut Amsakar, percepatan realisasi pada paruh kedua 2025 menandai meningkatnya belanja modal industri. Hal itu seiring Batam memasuki fase capital deepening yang berperan langsung meningkatkan produktivitas dan daya saing kawasan.
Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis, menyatakan, berdasarkan laporan terkini, realisasi investasi Batam mencapai Rp 44,01 triliun. Capaian itu melampaui target Rp 36,99 triliun atau 118,97 persen. Dia menyebut, penguatan struktur investasi ditopang oleh lonjakan penanaman modal dalam negeri (PMDN).
Secara year-on-year, kata Fary, PMDN meningkat 125,90 persen dari Rp8,16 triliun pada 2024 menjadi Rp 18,43 triliun pada 2025. Sementara penanaman modal asing (PMA) juga naik menjadi Rp 25,58 triliun.
"Lonjakan PMDN menunjukkan meningkatnya kepercayaan investor domestik serta kuatnya reinvestasi pelaku usaha nasional, penyangga penting di tengah volatilitas global," ujar Fary.
Dari perspektif makro, kata dia, capaian itu berlangsung ketika ekonomi menghadapi pengetatan likuiditas dan penataan ulang rantai pasok. Fary menganggap, kemampuan Batam mempertahankan momentum investasi menandakan keunggulan struktural sebagai lokasi produksi yang efisien, dekat pasar regional, dan didukung infrastruktur industri yang relatif matang.
.png)
1 hour ago
2















































