IKLH 2026, Indikator Transformasi Layanan Haji Berjalan Baik

8 hours ago 8

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf (kiri) menyapa seorang haji setibanya di Embarkasi Haji Antara Provinsi Jambi, Jambi, Rabu (24/6/2026). Menhaj menerima kepulangan 444 orang haji asal Kota Jambi dan Kabupaten Muaro Jambi yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) BTH 20 di asrama haji setempat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochammad Irfan Yusuf menyebut capaian Indeks Kepuasan Layanan Haji Indonesia (IKLHI) 2026 sebesar 83,28 persen dengan kategori memuaskan menjadi bukti bahwa transformasi layanan haji dirasakan oleh jamaah.

“Alhamdulillah, pelaksanaan haji tahun ini berjalan dengan luar biasa. Terima kasih kepada Bapak Presiden atas terbentuknya Kementerian Haji dan Umrah. Selama ini banyak yang menilai penyelenggaraan haji semakin baik berdasarkan pengamatan di lapangan,” ujar Menhaj Irfan Yusuf di Gedung BPS, Jakarta, Kamis.

Gus Irfan, sapaannya, mengatakan selama ini peningkatan kualitas penyelenggaraan haji lebih banyak dinilai secara kualitatif, kini perbaikan tersebut didukung oleh data kuantitatif melalui hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS).

Menurutnya, capaian tersebut menjadi lebih bermakna karena diraih pada tahun pertama operasional Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) sebagai kementerian baru.

Dalam masa transisi sekitar tiga hingga empat bulan, Kemenhaj menyiapkan penyelenggaraan ibadah haji dengan melibatkan sekitar 7.000 aparatur di seluruh Indonesia.

“Alhamdulillah, kami mampu memberikan layanan sebaik-baiknya kepada jamaah. Ini adalah buah dari doa dan kerja keras seluruh jajaran,” ujar Menhaj Irfan.

Menhaj mengapresiasi seluruh aparatur Kemenhaj, petugas haji, serta seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026.

Meski demikian Menhaj menegaskan hasil survei tersebut bukan menjadi akhir dari upaya perbaikan layanan. Evaluasi tetap dilakukan, terutama pada layanan di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), serta penguatan pelaksanaan istitha'ah kesehatan.

“Hasil ini menjadi modal kami untuk terus berbenah. Tantangan kami bukan hanya mempertahankan capaian, tetapi meningkatkannya. Prinsip kami sederhana, hari ini harus lebih baik daripada kemarin,” kata Menhaj Irfan.

Ia menambahkan arahan Presiden Prabowo Subianto juga menjadi pijakan dalam pengembangan penyelenggaraan haji ke depan, yakni memastikan manfaat penyelenggaraan ibadah haji semakin dirasakan masyarakat. Salah satunya melalui penguatan penggunaan produk dan bahan konsumsi asal Indonesia dalam rantai pasok haji.

Sebelumnya BPS merilis hasil IKLHI luar negeri tahun 1447 Hijriah/2026 yang mencatat angka 83,28 poin atau meningkat dari tahun sebelumnya yang mencapai 81,46 poin.

“IKLHI luar negeri tahun 2026 mencapai 83,28 poin meningkat dibandingkan dengan tahun 2025,” ujar Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti.

Pengukuran IKLHI tersebut merupakan metodologi baru yang diterapkan oleh BPS yang mengukur kualitas penyelenggaraan ibadah haji secara lebih komprehensif mulai 2026.

Amalia mengatakan penyempurnaan metodologi dilakukan untuk menggantikan Indeks Kepuasan Jamaah Haji Indonesia (IKJHI) yang selama ini digunakan.

sumber : Antara

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |