Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak pada Rabu (26/3/2025) pagi, melanjutkan reli sehari sebelumnya.
IHSG Melonjak 3 Persen, Pasar Menanti Inflow Asing Lebih Deras. (Foto: Freepik)
IDXChannel – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak pada Rabu (26/3/2025) pagi, melanjutkan reli sehari sebelumnya. Kenaikan ini meredakan tekanan jual sementara, didorong oleh optimisme investor terhadap pembagian dividen bank-bank besar.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 10.59 WIB, IHSG meningkat 3,64 persen ke posisi 6.462,53. Sebanyak 494 saham naik, sedangkan 135 turun dan 328 sisanya stagnan.
Nilai transaksi terbilang tinggi, yakni mencapai Rp25,51 triliun. Sementara, volume perdagangan 17,48 miliar saham.
Didorong Bank Kakap
Pengamat pasar modal, Michael, menilai kenaikan IHSG hari ini didorong oleh respons positif investor terhadap dividen yang dibagikan oleh BMRI dan BBRI. Kedua saham ini masing-masing melesat 7 persen dan 4 persen—bersama dua bank lainnya, BBNI dan BBCA, yang melejit 8 persen dan 6 persen.
“Bank Mandiri membagikan dividen sebesar Rp466 per saham, yang berarti pada harga Rp4.600 per saham, imbal hasilnya mencapai 10 persen atau sudah masuk kategori double digit,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengingatkan, arus masuk dana asing (inflow) ke pasar masih relatif kecil dibandingkan dengan arus keluar (outflow).
“Inflow akan baik jika foreign [investor asing] kembali, dan saat ini masih terlalu dini jika kita lihat. Jumlah inflow masih terlalu sedikit dibanding outflow—meskipun tidak menutup kemungkinan inflow asing ke depan bertambah,” kata Michael kepada IDXChannel.com, Rabu (26/3/2025).
Sebagai gambaran, pada Selasa (25/3/2025), investor asing mencatatkan beli bersih (net foreign buy) Rp420 miliar di pasar reguler. Kendati, selama sepekan asing melakukan jual bersih (net sell) Rp3,82 triliun dan dalam sebulan melego saham RI senilai Rp15,7 triliun.
Menyoal rekomendasi saham dalam jangka pendek, Michael menilai bahwa level bottom BMRI sudah semakin dekat.
“Saya melihat angka bottom [batas bawah] BMRI sudah dekat, maksimal di Rp4.000,” katanya.
Kekhawatiran Pasar Dekati Puncak?
Pada Selasa (25/3) kemarin, IHSG naik 1 persen lebih setelah menyentuh level terendah dalam lebih dari tiga tahun pada Senin lalu, didorong oleh pemulihan saham perbankan raksasa.
Analis riset ekuitas Nomura, Tushar Mohata, menilai kekhawatiran investor kemungkinan sudah mencapai puncaknya, sehingga pasar saham menawarkan peluang keuntungan yang menarik.
“Seiring waktu, ketika berbagai isu ini semakin jelas, kami melihat peluang karena pasar tampaknya sudah memperhitungkan terlalu banyak sentimen negatif. Risiko dan potensi keuntungan kini semakin berimbang,” demikian kata Mohata, dikutip dari Reuters, Selasa (25/3).
Meski ada optimisme, IHSG masih menjadi salah satu indeks dengan kinerja terburuk di Asia, mencatat penurunan 12 persen sejak awal tahun. Menurut data Reuters, investor asing telah melepas saham senilai lebih dari USD2 miliar atau sekitar Rp33 triliun dalam periode tersebut. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.