Hizbullah: Kalau Israel Mau Perang Terbuka, Ayo Perang Terbuka

3 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, BEIRUT – Serangan Israel-Amerika Serikat ke Iran menyeret kelompok Hizbullah di Lebanon kembali ke medan perang. Pejabat senior Hizbullah mengatakan serangan Israel baru-baru ini membuat kelompok tersebut tidak punya pilihan selain kembali melakukan perlawanan.

“Kalau Israel mau perang terbuka, biarlah ini menjadi perang terbuka”, kata Mahmoud Qmati dilansir Aljazirah. “Era kesabaran telah berakhir,” ia menambahkan.

Kelompok Hizbullah kembali menembakkan roket sebagai reaksi atas serangan AS-Israel yang membunuh pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Khamenei di Teheran, Aksi itu dibalas dengan agresi udara Israel yang menewaskan lebih 50 orang.

Hizbullah menegaskan bahwa agresi Israel yang terus berlanjut terhadap negara tersebut selama lima belas bulan terakhir tidak dapat bertahan tanpa tanggapan, dan menekankan bahwa konfrontasi tetap merupakan hak yang sah dan defensif dalam menghadapi pelanggaran yang sedang berlangsung.

Dalam sebuah pernyataan yang membahas perkembangan terakhir, Perlawanan mengatakan serangan Israel terhadap Lebanon terus berlanjut “melalui pembunuhan, penghancuran, buldoser, dan segala bentuk kriminalitas,” meskipun ada upaya politik dan diplomatik berulang kali yang bertujuan untuk menghentikan agresi dan memaksa pendudukan untuk mematuhi perjanjian gencatan senjata dan kewajibannya.

Presiden Lebanon mengatakan langkah pemerintah untuk segera melarang aktivitas militer Hizbullah adalah “final”, dan menyatakan “tidak ada jalan untuk mundur” dari keputusan tersebut.

Presiden Aoun mengatakan keputusan kabinet mewajibkan Hizbullah untuk menyerahkan senjatanya kepada negara, dan menggarisbawahi bahwa wewenang untuk memutuskan masalah perang dan perdamaian sepenuhnya berada di tangan Beirut.

Dalam sebuah pernyataan yang diposting di X, Aoun menggambarkan tindakan hari Senin itu sebagai sebuah langkah yang akan “menjaga hak negara Lebanon sendiri, dan tidak ada hak lain, untuk memegang keputusan perang dan perdamaian”.

Keputusan tersebut menyusul pembaruan ketegangan lintas batas setelah Hizbullah menembakkan roket ke arah Israel sebagai tanggapan atas ratusan serangan Israel yang dilakukan meskipun ada gencatan senjata yang disepakati pada November 2024, yang telah berulang kali dilanggar oleh Tel Aviv.

Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengatakan dia telah menginstruksikan tentara untuk mengambil kendali lebih banyak posisi di Lebanon. “Netanyahu dan saya telah menyetujui [militer] untuk maju dan merebut wilayah kendali tambahan di Lebanon untuk mencegah penembakan di pemukiman perbatasan Israel,” katanya dalam sebuah postingan di X.

Dia mengatakan tentara Israel “terus beroperasi dengan kekuatan terhadap sasaran Hizbullah di Lebanon”. Tentara Israel mengatakan pasukannya melancarkan serangan darat ke Lebanon selatan untuk membangun “zona keamanan”.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |