Film Autopsy: Dead Body Can Talk Angkat Kisah Nyata Dokter Forensik Polri

9 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Rumah produksi Karya Kreatif Utama mempersembahkan film terbaru berjudul "Autopsy: Dead Body Can Talk" yang mengangkat kisah perjalanan hidup seorang dokter forensik Polri, Brigjen Pol Sumy Hastry Purwanti. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 3 September 2026.

Sutradara Ozan Ruz menyampaikan bahwa film ini tidak hanya mengajak penonton merasakan setiap lapisan emosi yang dialami oleh Dokter Hastry, tetapi juga membawa visi besar tentang nilai empati. Menurutnya, empati bukan sekadar melihat dan merasakan, melainkan ikut berhenti sejenak untuk mencoba melakukan sesuatu bagi mereka yang membutuhkan.

"Dan apa yang dilakukan sama Dokter Hastry dia melakukan itu, dia memberikan hati nurani kepada jenazah yang tidak bisa lagi bicara. Dan saya harap penonton bukan hanya sekadar membawa ceritanya yang melekat, tapi nilai empati tersebut," ujar Ozan, saat ditemui usai gala premier film tersebut di Jakarta, pada Selasa.

Ozan berharap pesan tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ia menekankan bahwa sedikit pertolongan yang diberikan kepada yang membutuhkan akan sangat berarti.

Pentingnya Pendekatan Ilmiah

Sementara itu, Brigjen Pol. Dr. Sumy Hastry Purwanti yang juga bertindak sebagai eksekutif produser, menyampaikan harapannya agar setelah menonton film ini, masyarakat mendapat pemahaman mengenai pentingnya pendekatan ilmiah dalam penyelesaian kasus.

"Dengan habis selesai nonton film tahu 'oh inilah (peran forensik) penting sekali'. Jadi kita sangat membantu juga tugas di kepolisian ya, penyidik di mana pun juga untuk kasusnya jelas secara hukumnya, secara sains-nya, dan bisa diterima oleh masyarakat," jelasnya.

"Autopsy: Dead Body Can Talk" menceritakan Hastry yang diperankan oleh Masayu Anastasia. Ia adalah seorang dokter forensik yang selama ini berpegang pada sains dan fakta, mengabdikan hidupnya untuk menerjemahkan jejak-jejak kematian menjadi bukti yang dapat mengungkap kebenaran. Namun di balik setiap tubuh yang ia periksa, Hastry kerap menangkap firasat, empati, dan petunjuk yang tak selalu dapat dijelaskan oleh logika.

Selain Masayu Anastasia, film ini juga dibintangi oleh Samuel Rizal, Teuku Rifnu Wikana, dan Ryuka Bunga.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |