FEB Unisba dan Republika Optimalkan Tridharma untuk Kemajuan Bangsa

1 day ago 6

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Bandung (Unisba) bekerja sama dengan republika.co.id mengoptimalkan tridharma perguruan tinggi untuk kemajuan bangsa. Penandatanganan kerja sama dilakukan di aula Pascasarjana kampus Unisba, Kota Bandung, Kamis (8/1/2026) siang.

Acara ini dihadiri langsung Dekan FEB Unisba Prof Nunung Nurhayati dan Wakil Dekan FEB Prof Sri Suwarsi serta Kepala Perwakilan Republika Jawa Barat, Sandy Ferdiana. Setelah usai, dilanjutkan pemberian materi tentang penulisan artikel opini di media massa.

Dua orang narasumber yang memberikan materi yaitu wartawan Republika Arie Lukihardianti dan M Fauzi Ridwan. Sedangkan puluhan peserta hadir mulai dari enam orang kepala prodi di FEB Unisba, dosen, dan mahasiswa jenjang S1, S2, dan S3.

Para peserta antusias dan terlibat aktif dalam diskusi dengan kedua narasumber. Masing-masing narasumber menjelaskan secara teori dan teknis menyangkut kepenulisan opini di media massa.

Seusai pelatihan, Dekan FEB Unisba Prof Nunung Nurhayati mengatakan sinergi dan kerja sama FEB Unisba dengan Republika diharapkan dapat meningkatkan kompetensi menulis para dosen di media massa.

Dengan begitu, seluruh penelitian dosen dan perguruan tinggi serta keilmuannya dapat terinformasikan dengan baik kepada masyarakat atau pembaca.

‘’Sinergi FEB Unisba dengan Republika ini untuk meningkatkan kompetensi para dosen yang kita miliki untuk bisa melatih bagaimana menulis dengan baik," ucap Prof Nunung di sela-sela acara.

Ia memiliki harapan kegiatan tridharma perguruan tinggi yang dilakukan dosen dapat terinformasikan dengan baik kepada masyarakat.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Republika Jawa Barat, Sandy Ferdiana mengatakan alasan perguruan tinggi harus bekerja sama dengan media. Salah satunya untuk menyebarkan pengetahuan dan penelitian.

"Penelitian hari ini jangan lagi hanya menjadi konsumsi lingkungan akademis saja, masyarakat juga harus tahu," kata dia.

Namun, Sandi mengungkapkan persoalan yang muncul tidak semua masyarakat dapat memaknai subtansi dari karya ilmiah. Karena itu, tugas Republika bagaimana mengkonversi bahasa akademik menjadi bahasa masyarakat.

"Ini akan membawa manfaat besar pertama kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan. Nama FEB akan terangkat," ungkap dia.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |