REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ajang lari berskala nasional The Ultimate 10K Series akan digelar di empat kota besar di Pulau Jawa sepanjang 2026. Rangkaian lomba tersebut akan berlangsung di Bandung (17 Mei), Surabaya (7 Juni), Tangerang (13 September), dan Semarang (13 Desember) dengan target partisipasi total mencapai 13.600 pelari dari berbagai kalangan.
Program ini digagas sebagai kolaborasi lintas kota yang tidak hanya menghadirkan kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi daerah melalui konsep sport tourism. Empat kota tersebut—Bandung, Surabaya, Tangerang, dan Semarang—dipandang sebagai simpul strategis pertumbuhan ekonomi di Pulau Jawa.
Berdasarkan riset Litbang Kompas, laju pertumbuhan ekonomi keempat kota itu bahkan melampaui rata-rata nasional yang berada di atas 5,11 persen. Dengan total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai Rp 1.073 triliun, kontribusi keempat kota tersebut mencapai sekitar 7,9 persen terhadap Produk Domestik Bruto nasional pada 2025.
Melihat potensi tersebut, Harian Kompas bersama Bank bjb menghadirkan The Ultimate 10K Series sebagai platform kolaboratif untuk mengembangkan industri lari di Indonesia. Selain memfasilitasi kompetisi bagi pelari elite dan komunitas, ajang ini juga diharapkan memperkuat ekosistem olahraga dan ekonomi kreatif di daerah.
Wali Kota Bandung M. Farhan menilai penyelenggaraan seri ini menjadi momentum penting untuk memperkuat citra Bandung sebagai kota kreatif sekaligus destinasi wisata unggulan.
“Kehadiran The Ultimate 10K Series menjadi momentum strategis untuk semakin memperkuat posisi Kota Bandung sebagai kota inovasi yang kreatif sekaligus destinasi wisata yang nyaman,” kata Farhan.
Menurut dia, ajang tersebut bukan sekadar lomba lari, melainkan juga platform promosi kota yang efektif dan berkelanjutan. Pemerintah Kota Bandung pun berkomitmen mendukung penuh penyelenggaraan kegiatan tersebut.
“Partisipasi ini kami harapkan dapat mendorong penguatan infrastruktur, meningkatkan perputaran ekonomi daerah, serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan pelaku usaha,” ujarnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Utama Bank bjb Ayi Subarna mengatakan keterlibatan pihaknya dalam ajang tersebut merupakan bagian dari komitmen mendukung gaya hidup sehat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Ajang lari bukan sekadar kompetisi untuk meraih prestasi, tetapi juga medium yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan menghadirkan dampak positif bagi setiap daerah,” kata Ayi.
Ia menambahkan Bank bjb juga menyiapkan sejumlah program khusus bagi pelari, termasuk City Pass untuk mengamankan slot lomba di tiap kota dan paket All City Pass bagi peserta yang ingin mengikuti seluruh seri.
Wakil Wali Kota Tangerang Maryono Hasan menyambut antusias penyelenggaraan seri ini di kotanya untuk kedua kalinya. Menurut dia, ajang tersebut sejalan dengan upaya pemerintah daerah mendorong gaya hidup sehat di masyarakat.
“Kami berharap penyelenggaraan Tangerang 10K tidak hanya memperkuat citra kota yang sehat dan modern, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi lokal melalui sport tourism,” kata Maryono.
Adapun Wali Kota Semarang Agustina menilai seri penutup di kotanya akan menjadi magnet tersendiri bagi para pelari. Ia optimistis peserta dari berbagai kota akan datang menikmati pesona wisata dan kuliner khas Semarang setelah menuntaskan rangkaian lomba di empat kota tersebut.
.png)
3 hours ago
1















































