Sejumlah perahu nelayan bersandar di Teluk Kendari, Kelurahan Puday, Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (26/8/2026). Pendangkalan teluk membuat akses perahu nelayan semakin terbatas dan sebagian nelayan bergantung pada kondisi air pasang untuk keluar-masuk perairan. (FOTO : ANTARA FOTO/Andry Denisah)
Perahu nelayan berada di perairan Teluk Kendari yang mengalami pendangkalan. Dalam kurun waktu sekitar 20 tahun, kedalaman teluk menyusut dari 23 meter menjadi 5–10 meter akibat sedimentasi lumpur dan penumpukan sampah rumah tangga. (FOTO : ANTARA FOTO/Andry Denisah)
REPUBLIKA.CO.ID, KENDARI -- Teluk Kendari yang selama ini menjadi ruang hidup bagi nelayan perlahan menghadapi perubahan. Perairan yang menjadi muara 13 aliran sungai di Kota Kendari itu mengalami pendangkalan dalam dua dekade terakhir. Kedalamannya yang dahulu mencapai sekitar 23 meter kini menyusut menjadi 5–10 meter akibat sedimentasi lumpur dan penumpukan sampah rumah tangga.
Kondisi tersebut membuat aktivitas nelayan ikut terdampak. Perahu-perahu yang bersandar di Teluk Kendari, Kelurahan Puday, Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (26/8/2026), harus menyesuaikan aktivitas dengan kondisi pasang surut. Pendangkalan tidak hanya mempersempit ruang gerak kapal, tetapi juga menjadi persoalan lingkungan karena sedimentasi dan sampah terus menumpuk di kawasan teluk.
sumber : Antara Foto
.png)
3 hours ago
2













































