REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA - Arus mudik Lebaran 1447 H dimulai. Ratusan juta pemudik mulai melakukan perjalanan kembali ke kampung halamannya masing-masing. Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sendiri, diprediksi akan kedatangan 8,2 juta orang yang masuk atau melintas di wilayah ini selama periode arus mudik dan libur Lebaran 2026.
Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, mengajak seluruh pihak untuk mewujudkan zero accident atau kecelakaan di seluruh jalur mudik. Para pemudik juga diingatkan untuk berhati-hati dalam berkendara.
"Arus mudik sudah dimulai. Kita ingin semua pemudik kembali ke rumah masing-masing dengan selamat. Zero accident, utamanya pengemudi harus mematuhi rambu lalu lintas, memastikan kendaraan laik jalan, dan menjaga stamina selama perjalanan. Jangan memaksakan perjalanan karena itu bisa membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lain," kata Eko, Selasa (17/3/2026).
Pemantauan di pos perbatasan DIY-Jawa Tengah dilakukan secara intensif bersama Satpol PP DIY dan Dinas Perhubungan, sebagai bagian dari kesiapan menyambut arus mudik yang diprediksi akan memadati jalur menuju Yogyakarta. Menurut Eko, koordinasi lintas instansi adalah kunci utama agar arus mudik tetap aman dan kondusif. Tidak hanya TNI dan Polri, Pemda DIY pun digerakkan untuk memastikan pelayanan publik dan fasilitas kesehatan siap melayani jutaan pemudik yang diperkirakan memasuki wilayah DIY.
Eko menekankan, pentingnya persiapan matang selama arus mudik dan libur Lebaran 2026 agar seluruh kegiatan berjalan aman dan selamat. Bersama pimpinan Komisi A DPRD DIY, yaitu Hifni Muhammad Nasikh, Syarif Guska, dan Akhid Nuryati, ia menyampaikan lima pesan penting yang perlu dijalankan Pemerintah Daerah DIY menjelang Lebaran.
Yang pertama, Eko mendorong agar adanya penguatan gotong royong antar instansi untuk menjamin keamanan publik. Eko mengajak masyarakat menjaga toleransi dan tenggang rasa, terutama dalam menyikapi potensi perbedaan awal Ramadan maupun Syawal.
"Pemda DIY perlu memberikan kepastian hukum agar tidak ada aksi sweeping sepihak, sehingga hadir harmoni. Terima kasih masyarakat wujudkan toleransi dan tenggang rasa sehingga dapat jalankan berpuasa dengan penuh bahagia," ujarnya.
Pesan kedua adalah pengawasan wilayah hingga tingkat desa dan kelurahan, bekerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota, yakni Kulon Progo, Bantul, Gunungkidul, Sleman, dan Kota Yogyakarta. Ketiga, Eko juga menyoroti Lebaran sebagai momentum memperkokoh ekonomi rakyat, dengan catatan pemerintah tidak membebani masyarakat melalui kenaikan pajak di tengah daya beli yang belum sepenuhnya pulih.
"Pemda DIY agar sinergi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota diharapkan mampu menggerakkan para lurah untuk membangun solidaritas sosial di tengah kondisi ekonomi yang menantang. Hal ini penting agar masyarakat tingkat bawah merasa terayomi oleh kehadiran pemerintah daerah sebagai penopang utama," ungkap Eko.
"Keempat, semangat gotong royong yang biasa disalurkan melalui rumah ibadah harus dikelola untuk menopang perekonomian lokal. Dengan demikian, perputaran uang selama masa Ramadan dan Syawal dapat dirasakan langsung oleh pelaku usaha kecil di desa-desa,"ujarnya.
Dan yang terakhir, Eko menekankan pentingnya layanan publik, khususnya kesehatan dan kelaikan infrastruktur, untuk mendukung Lebaran yang aman dan selamat.
.png)
2 hours ago
2














































