Pengelolaan Sawit Dinilai Jadi Pilar Penting Ketahanan Energi Nasional

6 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengelolaan industri kelapa sawit dinilai semakin strategis dalam mendukung ketahanan energi nasional di tengah meningkatnya kebutuhan energi alternatif dan dorongan hilirisasi dalam negeri. Selain menjadi komoditas ekspor unggulan, sawit kini dipandang memiliki peran penting sebagai penopang pengembangan biodiesel dan penguatan ekonomi nasional.

Hal itu mengemuka dalam audiensi antara Ketua Umum Pandu Ekologi Indonesia (PENA) Laurencus Pakpahan dengan Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (13/5/2026). Pertemuan tersebut membahas pengelolaan perkebunan sawit sebagai bagian dari agenda swasembada pangan dan energi nasional.

“Kami berbicara tentang bagaimana pengelolaan sawit sebagai salah satu langkah strategis untuk mendukung pangan dan energi nasional yang digalakkan oleh Bapak Prabowo,” kata Laurencus.

Ia mengatakan, pengelolaan aset perkebunan sawit harus dilakukan secara produktif dan berorientasi pada kepentingan nasional. Menurut dia, optimalisasi pengelolaan sawit dapat memberikan dampak luas terhadap penguatan ekonomi masyarakat sekaligus mendukung kemandirian energi Indonesia.

Laurencus juga menilai langkah PT Agrinas Palma Nusantara menunjukkan keseriusan dalam memperkuat hilirisasi dan industri sawit nasional.

“Apa yang dilakukan Agrinas Palma Nusantara sejauh ini menunjukkan keseriusan untuk menjadikan sawit bukan hanya komoditas ekspor, tetapi juga instrumen strategis bagi kemandirian energi Indonesia,” ujarnya.

Di tengah meningkatnya kebutuhan energi terbarukan, industri sawit disebut memiliki posisi penting dalam pengembangan biodiesel nasional. Karena itu, pengelolaan perkebunan dinilai perlu dilakukan secara profesional, transparan, dan berbasis kolaborasi lintas sektor.

Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, jajaran direksi Agrinas Palma Nusantara menegaskan fokus perusahaan pada penguatan produksi crude palm oil (CPO), hilirisasi sawit, dan pengembangan biodiesel sebagai bagian dari agenda ketahanan energi nasional. Perseroan juga membangun kerja sama dengan berbagai kementerian, lembaga riset, koperasi, hingga pelaku usaha guna memperkuat tata kelola dan produktivitas industri sawit.

Selain mendorong hilirisasi, perusahaan juga tengah mengembangkan minyak goreng rakyat dan biodiesel B100 sebagai bagian dari strategi jangka panjang memperkuat pemanfaatan sumber daya domestik untuk kebutuhan energi nasional.

Laurencus menilai arah kebijakan tersebut menunjukkan industri sawit kini tidak lagi dipandang semata sebagai sektor perkebunan, melainkan bagian dari strategi besar negara dalam memperkuat kedaulatan energi dan pangan.

“Ke depan, yang dibutuhkan adalah konsistensi dan kolaborasi. Negara, perusahaan, dan masyarakat harus berjalan bersama agar potensi besar sawit Indonesia benar-benar memberi manfaat bagi rakyat,” kata Laurencus.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |