Diminta Hemat Konsumsi BBM Akibat Krisis Minyak, Bahlil Siapkan Kebijakan Baru

8 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan pemerintah tengah mengkaji sejumlah langkah untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM), salah satunya melalui opsi work from home (WFH) atau bekerja dari rumah. Menurut Bahlil, wacana tersebut masih dalam tahap kajian, namun tidak menutup kemungkinan untuk diterapkan.

“Memang ada beberapa langkah yang akan dilakukan, tetapi masih dikaji, termasuk apakah kita membutuhkan WFH. Namun, menurut saya semua kemungkinan bisa terjadi. Yang penting adalah penghematan BBM,” ujarnya di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (17/3/2026).

Meski demikian, Bahlil memastikan ketersediaan energi nasional, termasuk BBM, LPG, dan batu bara untuk pembangkit listrik, dalam kondisi aman hingga momen Lebaran 2026 di tengah potensi krisis energi akibat konflik di Timur Tengah. Ia menegaskan stok energi nasional masih berada pada batas aman sesuai standar minimal.

“Ketersediaan BBM, LPG, dan listrik untuk Indonesia semuanya terkendali. LPG akhir bulan ini akan mendapat tambahan pasokan sehingga kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya tidak ada masalah. Batu bara untuk PLN rata-rata 14–15 hari, sesuai batas minimal standar nasional,” ujarnya.

Bahlil juga memastikan subsidi BBM tetap dijaga pemerintah, setidaknya hingga selesai masa libur Lebaran 2026. Terkait ketersediaan energi pasca-Lebaran, ia mengatakan pemerintah akan terus melakukan evaluasi setelah Maret.

“Yang penting kita bisa melakukan perencanaan yang baik, baik jangka pendek, menengah, maupun panjang. Strategi setelah Maret pun sudah kita siapkan. Hal utama adalah memastikan stok selalu tersedia agar tidak terjadi kelangkaan,” ujar Bahlil.

Ia menambahkan Indonesia mendapat sedikit angin segar dari kebijakan tutup-buka di Selat Hormuz. Kebijakan tersebut memungkinkan kapal dari negara selain Israel dan Amerika Serikat kembali beroperasi, yang dinilai sebagai perkembangan positif bagi stabilitas pasokan energi.

Sebelumnya, dalam sidang kabinet di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026), Presiden Prabowo Subianto mendorong langkah penghematan konsumsi BBM serta mempertimbangkan kebijakan bekerja dari rumah sebagai antisipasi dampak krisis global.

“Ini saya minta dibicarakan nanti oleh para menko. Kita lihat beberapa hari ini. Kita pikirkan. Dulu saat COVID-19 kita berhasil, banyak bekerja dari rumah, efisiensi, dan menghemat BBM dalam jumlah besar,” kata Prabowo.

Sejumlah negara lain juga telah menerapkan kebijakan penghematan energi sebagai respons atas ketidakpastian global.

Thailand, misalnya, meminta pegawai negeri bekerja dari rumah untuk mengurangi konsumsi listrik dan bahan bakar, membatasi penggunaan lift dan eskalator, serta mengatur suhu pendingin ruangan di kisaran 26–27 derajat Celsius.

Filipina memberlakukan sistem kerja empat hari dalam sepekan di sektor publik, sementara Pakistan menyiapkan rencana penghematan energi melalui pembelajaran jarak jauh dan pengaturan kerja dari rumah.

sumber : Antara

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |