Rudal hipersonik Fattah milik Iran saat dipamerkan di acara rilis pada 6 Juni 2023.
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN— Juru bicara Pemimpin Tertinggi Iran dan Sekretaris Dewan Pertahanan, Ali Shamkhani, mengatakan kemampuan rudal Iran merupakan elemen yang kokoh dalam doktrin pertahanan negara dan bagian dari mekanisme pencegahan.
Dari sudut pandang ini, kemampuan rudal Iran termasuk dalam garis merah pertahanan dan tidak dapat dinegosiasikan.
Dalam wawancaranya dengan Aljazeera, dia menyinggung makna penunjukannya dalam jabatan baru sebagai Sekretaris Dewan Pertahanan, dan berbicara tentang tugas-tugas dewan tersebut, serta posisi Iran terkait kemampuan rudalnya dalam konteks negosiasi yang sedang berlangsung. Berikut adalah transkrip wawancara tersebut dikutip Republika.co.id, Jumat (13/2/2/2026:
Baru-baru ini diberitakan tentang penunjukan Anda sebagai sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, yang merupakan badan pertahanan tertinggi di Iran. Apa pesan yang terkandung dalam penunjukan ini?
Aktivasi Dewan Keamanan Nasional Tertinggi pada tahap ini mencerminkan perlunya fokus pada kesatuan kerja di tingkat pertahanan dan keamanan tertinggi di negara ini.
Situasi keamanan di kawasan ini menjadi semakin kompleks, dan untuk merespons kondisi ini diperlukan mekanisme terintegrasi untuk koordinasi strategis, pengambilan keputusan yang akurat, dan pemanfaatan potensi nasional secara maksimal.
Dewan ini dibentuk untuk tujuan tersebut, dan perannya adalah meningkatkan keselarasan dan efisiensi di bidang pertahanan.
Apa tugas utama Dewan Keamanan Nasional Tertinggi?
Dewan ini didefinisikan dalam Pasal 176 Konstitusi, dan tugasnya adalah menciptakan koordinasi strategis antara sektor pertahanan dan keamanan, memperkuat kesatuan angkatan bersenjata, dan mendukung pengambilan keputusan besar di bidang pertahanan.
.png)
3 weeks ago
15
















































