Wanita mengalami heartburn atau nyeri ulu hati akibat refluks asam lambung. (ilustrasi).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Apakah kamu sering merasakan sensasi terbakar di dada setelah makan, terutama setelah makan makanan pedas, kopi, atau camilan larut malam? Kondisi tersebut bisa menjadi tanda heartburn atau nyeri ulu hati akibat refluks asam lambung.
Heartburn merupakan sensasi nyeri terbakar di dada, tepat di belakang tulang dada. Kondisi ini terkadang disertai rasa pahit atau asam di mulut. Gejalanya sering kali memburuk setelah makan, pada malam hari, atau saat seseorang berbaring atau membungkuk.
Dokter spesialis gastroenterologi dan hepatologi dr Saurabh Sethi mengatakan heartburn terjadi ketika asam lambung naik kembali ke esofagus yaitu saluran yang membawa makanan dari mulut ke lambung. Dalam kondisi normal, saat makanan ditelan, otot di bagian bawah kerongkongan yang disebut lower esophageal sphincter (LES) akan mengendur agar makanan dan cairan dapat masuk ke lambung.
Setelah itu, otot tersebut akan kembali mengencang. Namun jika otot LES tidak bekerja dengan baik, asam lambung dapat mengalir kembali ke kerongkongan dan menyebabkan rasa terbakar di dada (heartburn).
Kondisi heartburn yang terjadi sesekali dinilai tidak perlu dikhawatirkan. Namun jika heartburn terjadi lebih seeing hingga mengganggu aktivitas sehari-hari dapat menjadi tanda masalah kesehatan yang lebih serius dan membutuhkan penanganan medis.
"Ada beberapa makanan yang bisa memicu dan memperburuk gejala heartburn. Ini penting diketahui agar masyarakat bisa mencegah gejalanya," kata dr Sethi dilansir laman Hindustan Times, Senin (25/5/2026).
Untuk lebih jelasnya, berikut sejumlah makanan dan minuman yang umum memicu atau memperparah gejala heartburn:
1. Корі
Secangkir kopi pagi hari mungkin memperburuk gejala refluks asam. Kafein dapat mengendurkan katup antara perut dan kerongkongan, sehingga memudahkan asam untuk naik dan menyebabkan sensasi terbakar.
.png)
1 hour ago
2
















































