
Oleh: Entang Sastraatmadja, Anggota Dewan Pakar DPN HKTI
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- "Darah baru" (giving a new life) dalam tulisan ini, maksudnya memberikan kehidupan baru atau energi baru pada sesuatu yang sudah ada, seperti proyek, ide, atau bahkan organisasi.
Kalau "darah baru" bagi Bulog , bisa diartikan sebagai perubahan atau pembaruan dalam struktur, kebijakan, atau strategi yang bisa membuat Bulog lebih efektif dan efisien dalam menjalankan perannya.
Beberapa hal yang dapat ditempuh antara lain reformasi internal, yakni perubahan dalam struktur organisasi, proses kerja, atau sistem manahemen Selanjutnya teknologi baru. Artinya, implementasi teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi.
Kemudian, penerapan kemitraan strategis yaitu kerja sama dengan pihak lain untuk meningkatkan kapasitas dan jangkauan. Bisa juga dengan pengembangan program inovatif. Maksudnya, ada inisiatif baru untuk meningkatkan produksi, distribusi, dan akses ke pangan.
Dengan "darah baru", mestinya Bulog bisa lebih responsif terhadap tantangan dan peluang, serta meningkatkan kinerjanya dalam menjaga stabilitas pangan nasional.
Bulog akan semakin hirau dengan apa-apa yang menjadi kebutuhan utama (felt need) para petani. Bulog, memang harus mampu memposisiksn diri seperti itu.
Menjelang berlangsungnya panen raya Februari-April 2026, kembali Bulog banyak mendapat sorotan.
Banyak pihak mempersoalkan, apakah kisah sukses Bulog menyerap gabah 4 juta ton setara beras tahun lalu, bisa diwujudkan lagi pada 2026 ini ?Apakah penambahan target penyerapan gabah petani 1 juta ton dari tahun lalu sebesar 3 juta ton akan terwujud ?
Itulah beberapa pertanyaan kritis yang butuh jawaban cerdas. Sebagai operator pangan pemerintah, Bulog lahir di negeri ini dengan tujuan utama menjadi sahabat sejati petani. Bulog dituntut bisa menjadi pembela dan pelindung petani.
Jadi, kalau sekarang ada kesan Bulog seperti tidak berpihak kepada aspirasi kaum tani, pasti ada sesuatu hal yang patut dibenahi lebih lanjut. Di sisi lain, memasuki 2026, jajaran Bulog menggelar rapat kerja nasional (rakernas) untuk konsolidasi.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memimpin rakernas tersebut bersama seluruh pimpinan cabang wilayah Bulog serta jajaran direksi Bulog. Rapat diselenggarakan selama dua hari, yakni 11-12 Januari 2026.
Dirut Bulog mengatakan rakernas ini menindaklanjuti perintah Presiden Prabowo Subianto sekaligus Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman terkait swasembada pangan ke depan.
Untuk mengejar target tersebut, Rizal menyebut Bulog tidak bisa bekerja sendiri, tapi butuh dukungan seluruh stakeholder pemerintah maupun swasta dan bahkan para petani yang ada di lapangan di seluruh Tanah Air.
Sebagai "operator pangan" yang dirancang pemerintah, kehadiran dan keberadaan Bulog memiliki peran sangat penting dalam pencapaian swasembada pangan.
Berikut beberapa peran dan tanggung jawab utama Bulog dalam mendukung percepatan pencapaian swasembada pangan :
Pertama, stabilisasi harga pangan. Bulog melakukannya dengan menyerap hasil panen petani dan mengelola Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) untuk memastikan keseimbangan antara pasokan dan harga di pasar.
Kedua, penyerapan hasil panen. Bulog menyerap hasil panen petani dengan harga yang sesuai sehingga membantu meningkatkan pendapatan petani dan menjaga stabilitas produksi nasional.
Ketiga, distribusi pangan. Bulog mendistribusikan pangan ke berbagai daerah di Indonesia, terutama ke daerah terpencil yang sulit dijangkau pasokan pangan lainnya.
Keempat, pengelolaan cadangan pangan. Bulog mengelola CPP untuk menghadapi situasi darurat, seperti bencana alam atau krisis ekonomi, dan memastikan ketersediaan pangan yang cukup.
Kelima, mendukung program pemerintah. Di antaranya, Bulog merealisasikannya dalam bentuk bantuan pangan dan stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP), untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan peran dan tanggung jawab tersebut, Bulog membuktikan komitmennya dalam menjaga ketahanan pangan nasional dan mendukung pencapaian swasembada pangan. Bulog selalu tampil proaktif dalam menjawab seabreg tantangan yang menghambat.
Itu sebabnya, menjadi sangat masuk akal jika pemerintah memberi peran yang cukup strategis. Peran strategis Bulog ini diimplementasikan melalui beberapa cara, antara lain dengan operasi pasar.
Bulog melakukannya guna menjaga stabilitas harga pangan, seperti membeli beras dari petani dan menjualnya ke pasar dengan harga yang wajar. Selanjutnya pengelolaan gudang. Bulog memiliki jaringan gudang yang luas untuk menyimpan CPP dan mengatur distribusi pangan ke berbagai daerah.
Kemudian, kerja sama dengan petani, untuk membeli hasil panen mereka dengan harga yang sesuai dan memberikan bantuan teknis untuk meningkatkan produksi.
Lalu, distribusi pangan. Bulog mendistribusikan pangan ke berbagai daerah, terutama ke daerah terpencil yang sulit dijangkau oleh pasokan pangan lainnya.
Dengan implementasi ini, Bulog dapat menjalankan peran strategisnya dalam menjaga stabilitas harga pangan dan meningkatkan ketahanan pangan nasional.
Rakernas Bulog yang dipimpin langsung dirut ini tentu bukan sekadar "omon-omon" atau melepas rindu di antara keluarga besar Bulog. Pasti dibahas dan dicarikan solusi cerdas, bagaimana peran Bulog dalam mewujudkan ketahanan pangan berkualitas.
Ini penting, mengingat bangsa ini mendambakan Bulog yang mampu menjawab berbagai masalah terkait pangan. Artinya, Bulog tak hanya menangani beras dan jagung, juga mulai merambah ke komoditas pangan strategis lain seperti daging sapi, gula, dan sebagainya.
Akhirnya untuk menutup tulisan singkat ini, perlu disampaikan agar Bulog perlu membahas beberapa hal penting, seperti stabilitas harga pangan dengan menjaga harga pangan tetap stabil dan terjangkau bagi masyarakat, terutama beras.
Selanjutnya, pengelolaan cadangan pangan dengan meningkatkan kapasitas gudang dan distribusi pangan untuk menghadapi situasi darurat. Kemudian, dukung penuh program pemerintah, seperti bantuan pangan dan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Selain itu, penguatan organisasi dengan meningkatkan kapasitas dan profesionalisme SDM Bulog untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas.
Tak kalah penting, penggunaan inovasi teknologi dengan mengintegrasikan teknologi untuk meningkatkan produksi, distribusi, dan pemasaran pangan.
Diharapkan, Bulog bisa meningkatkan perannya dalam menjaga ketahanan pangan nasional dan mendukung pencapaian swasembada pangan. Di sinilah pentingnya "darah baru" bagi Bulog dalam mengoptimalkan kiprahnya di Tanah Merdeka.
.png)
5 hours ago
2











































