REPUBLIKA.CO.ID, DAVOS, – Indonesia melalui Danantara Indonesia menargetkan untuk meningkatkan asetnya hingga tiga kali lipat pada tahun 2030. Hal ini disampaikan oleh Mohamad Al-Arief, Managing Director for Global Relations and Governance, dalam Forum Ekonomi Dunia di Davos pada Selasa. Saat ini, aset Danantara diperkirakan mencapai sekitar $900 miliar atau sekitar 15,29 kuadriliun rupiah dengan kurs Rp16.985 per dolar.
Dalam diskusi panel yang disiarkan di kanal YouTube Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Al-Arief menekankan bahwa dalam lima tahun ke depan, nilai aset harus ditingkatkan melalui penciptaan nilai yang lebih kuat untuk mencapai target peningkatan tiga kali lipat pada 2030.
Danantara berencana untuk mengonsolidasikan 1.068 state-owned enterprises (BUMN) menjadi sekitar 221 entitas dalam tiga hingga empat tahun ke depan. Saat ini, perusahaan-perusahaan tersebut dikelola di bawah sekitar 50 perusahaan induk.
“Dari lebih dari seribu perusahaan, kami bertujuan untuk mentransformasi mereka menjadi lebih dari 200 perusahaan yang dikelola secara profesional dan dapat bersaing secara global,” kata Al-Arief.
Tindakan konsolidasi ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi, profesionalisme, dan daya saing, sejalan dengan tujuan Indonesia menjadi negara berpenghasilan tinggi pada 2045.
Dua perusahaan dalam portofolio Danantara, yaitu raksasa minyak dan gas negara Pertamina dan utilitas listrik PLN, sudah masuk dalam daftar Fortune Global 500. Transformasi ini diharapkan dapat membawa lebih banyak perusahaan Indonesia ke dalam peringkat bergengsi tersebut.
Restrukturisasi akan dimulai dengan tinjauan mendasar dari setiap lini bisnis, diikuti dengan merger dan penyederhanaan, serta langkah-langkah untuk meningkatkan nilai jangka panjang.
Pemerintah Indonesia semakin mengandalkan Danantara untuk mendorong reformasi di seluruh sektor BUMN yang luas, yang selama ini dikritik karena ketidakefisienan dan mandat yang tumpang tindih.
Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani sebelumnya menyatakan bahwa kehadiran Indonesia di pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia ke-56 merupakan bagian dari dorongan yang lebih luas untuk meningkatkan daya saing global negara tersebut.
Delegasi Indonesia ke Davos termasuk Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Danantara Indonesia, serta Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin).
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara
.png)
1 hour ago
2














































