Warga beraktivitas saat cuaca terik di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Senin (24/4/2023).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta belum berencana melakukan rekayasa cuaca atau hujan buatan meskipun suhu panas ekstrem melanda ibu kota dalam beberapa hari terakhir.
“Jakarta masih belum memerlukan, apa, dibuat hujan buatan,” kata Pramono saat ditemui di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Selasa (17/3/2026).
Dia mengatakan keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelang Idul Fitri. Menurut dia, meskipun saat ini cuaca terasa panas, BMKG memprakirakan ada potensi hujan dengan intensitas menengah saat Idul Fitri.
“Untuk menghadapi Idul Fitri, memang data BMKG menunjukkan sebelumnya cuacanya panas. Namun, pada saat Idul Fitri ada kemungkinan curah hujan menengah,” ujar Pramono.
Sementara itu, BMKG memperkirakan kondisi panas ekstrem di Jakarta masih akan berlangsung hingga mendekati Idul Fitri, yakni sekitar 20-22 Maret 2026.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto mengatakan suhu tinggi yang dirasakan masyarakat dalam beberapa hari terakhir masih berpotensi terjadi dalam waktu dekat.
sumber : Antara
.png)
2 hours ago
1














































